Jakarta, Hotfokus.com
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan komitmennya dalam mendorong pendanaan hijau dan keuangan berkelanjutan. Sikap itu terlihat dari peran aktif BEI sebagai salah satu penyelenggara Asean Climate Forum (ACF) 2026.
Pejabat Sementara Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyampaikan, BEI tidak hanya mengandalkan perdagangan karbon untuk memperkuat ekosistem pembiayaan hijau. Bursa juga mengembangkan berbagai instrumen yang mendukung praktik investasi berkelanjutan.
“BEI terus mendorong keuangan keberlanjutan melalui berbagai inisiatif kepada perusahaan tercatat maupun melalui Bursa Karbon Indonesia atau IDXCarbon,” ujar Jeffrey, Kamis (12/02/2026).

Menurut dia, BEI membuka ruang lebih luas bagi pendanaan ramah lingkungan melalui peningkatan keterbukaan aspek keberlanjutan, pengembangan indeks saham bertema ESG, penerbitan obligasi berbasis ESG, hingga penerapan konsep green equity designation.
Langkah tersebut tercermin dari kinerja produk berbasis ESG sepanjang 2025. BEI mencatat lonjakan signifikan pada pencatatan obligasi dan sukuk bertema Green, Social, Sustainable, serta Sustainable Linked. Total dana yang terhimpun mencapai Rp35,5 triliun pada 2025.
Angka itu melonjak 110 persen dibandingkan realisasi 2024 yang sebesar Rp11,5 triliun. Pertumbuhan ini menunjukkan minat pasar terhadap instrumen pembiayaan berkelanjutan terus menguat.
Melalui penguatan berbagai produk dan infrastruktur, BEI berupaya membangun pasar modal yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga selaras dengan agenda transisi menuju ekonomi rendah karbon. Peran aktif di forum regional seperti ACF 2026 sekaligus menegaskan posisi BEI dalam arsitektur keuangan hijau di kawasan. (SA/GIT)
Leave a comment