Cilacap, Hotfokus.com
PT Pertamina (Persero) kembali menunjukkan taringnya di sektor energi. Perusahaan energi nasional ini berhasil mengamankan pasokan 1 juta barel minyak mentah dari aset migasnya di Aljazair dan mengirimkannya hingga ke Tanah Air. Kapal pengangkut MT Spyros resmi tiba di perairan selatan Cilacap usai menempuh perjalanan laut lebih dari satu bulan sejak akhir Desember 2025.
Minyak mentah tersebut diproduksi dari wilayah kerja migas yang dikelola Pertamina Internasional Eksplorasi & Produksi (PIEP), entitas Subholding Upstream Pertamina. Keberhasilan pengapalan ini menjadi sinyal kuat bahwa Pertamina mampu mengoptimalkan aset global untuk menjaga kesinambungan pasokan energi nasional.

Begitu sandar, MT Spyros langsung terintegrasi dengan sistem pemantauan Control Room Refinery Unit (RU) IV Cilacap. Seluruh tahapan bongkar muat berlangsung secara terkontrol, sekaligus menegaskan kesiapan kilang dalam negeri menerima crude oil dari luar negeri.
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menilai kedatangan kargo ini sebagai fase penting pengelolaan bisnis hulu Pertamina di Afrika Utara, sejalan dengan diperpanjangnya Kontrak Bagi Hasil Produksi Blok 405A untuk 25 tahun mendatang.
“Perjalanan kapal selama lebih dari sebulan ini membawa harapan besar bagi penguatan ketahanan energi nasional,” ujar Simon.

Ia juga menekankan, keberhasilan ini tidak berdiri sendiri. Kolaborasi antar-entitas Pertamina menjadi kunci, mulai dari Pertamina Internasional EP sebagai penghasil minyak, Pertamina International Shipping sebagai operator pengangkutan, hingga Kilang Pertamina Internasional sebagai pengolah di dalam negeri. “Sinergi tersebut membuat Indonesia semakin diperhitungkan dalam rantai pasok energi global,” jelasnya.
Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan, turut memberikan apresiasi atas kerja keras para Perwira Pertamina. Menurutnya, suksesnya pengiriman minyak mentah dari Aljazair mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjawab kebutuhan energi nasional.
“Kami memastikan minyak mentah ini nantinya memberikan nilai tambah nyata bagi masyarakat Indonesia,” kata Iriawan.
Pencapaian ini semakin menegaskan posisi Pertamina sebagai garda terdepan penjaga ketahanan energi nasional, sekaligus konsisten menjalankan transformasi berkelanjutan dengan mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). (*)
Leave a comment