Jakarta, hotfokus.com
Pemerintah diwakili Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Pemerintah Inggris melalui United Kingdom Mission to ASEAN bersinergi meningkatkan pengawasan barang beredar dan jasa.
“Sinergi ini juga untuk mendorong optimalisasi pemanfaatan sistem Indonesian Market Surveillance (INAMS) sebagai basis data nasional hasil pengawasan,” kata Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kemendag, Moga Simatupang, dalam keterangannya Selasa (20/1/2026).
Ia menjelaskan INAMS merupakan digitalisasi pelaporan hasil pengawasan barang beredar dan jasa dengan menerapkan pendekatan berbasis risiko (risk based approach) yang dikembangkan untuk mengintegrasikan, mengonsolidasikan dan mengelola data pengawasan dari seluruh tingkatan pemerintahan sehingga dapat mendukung pelaporan dan pengelolaan hasil pengawasan barang beredar di Indonesia.
Karenanya, dirjen mengatakan peran aktif seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat menjawab berbagai tantangan yang timbul dalam pengawasan barang beredar dan jasa utamanya pada era digital.
“Saat ini tercatat ada 2.553 laporan hasil pengawasan dari seluruh daerah. Data ini menjadi dasar penting dalam mengambil kebijakan pengawasan yang lebih akurat, terintegrasi dan responsif,” tambahnya.
Kemendag dan Pemerintah Inggris juga memberi penghargaan dalam bentuk INAMS Award kepada Dinas Perdagangan Provinsi yang telah menunjukkan kinerja optimal dalam pelaksanaan pengawasan barang beredar dan jasa serta aktif berpartisipasi dalam pemanfaatan INAMS.

Ke-10 dinas perdagangan yang mendapat penghargaan, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Tengah, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Kalimantan Utara, Kepulauan Riau, DI Yogyakarta, Daerah Istimewa Aceh dan Papua Barat. (bi)
Leave a comment