Pakistan, hotfokus.com
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Dyah Roro Esti Widya Putri, menegaskan rencana pemerintah menerapkan program B30 menjadi B50 pada tahun ini tak akan mengganggu ekspor sawit ke Pakistan sebagai mitra dagang jangka panjang.
“Kami sangat mengapresiasi undangan Pakistan menjadi tamu kehormatan dan pembicara utama pada pembukaan Konferensi Minyak Nabati Pakistan (Pakistan Edible Oil Conference),” katanya, saat bertemu dengan Menteri Perdagangan Pakistan, Jam Kamal Khan, di Karachi, Pakistan, dalam keterangannya seperti dilansir Sabtu (10/1/2026).
Menurut wamendag, Pakistan merupakan negara pengimpor sawit Indonesia ketiga terbesar, setelah India dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) senilai 2,77 miliar dolar AS pada 2024 lalu.
Mendag Pakistan, Jam Kamal Khan, mengungkap Indonesia dan Pakistan saling melengkapi satu sama lainnya. Bahkan sepakat untuk memperluas kerjasama di sektor kesehatan, teknologi industri yang sedang berkembang pesat di Pakistan.
Ia juga berharap ditingkatkannya akses untuk produk pertanian Pakistan ke Indonesia. “Hubungan bilateral Pakistan dan Indonesia diharapkan makin kuat dan maju, lebih terstruktur serta saling menguntungkan,” jelasnya.
Tahun ini, Pakistan berencana untuk menyelenggarakan single showcase exhibition di Indonesia dengan membawa eksportir produk-produk strategis Pakistan. Untuk itu, Pakistan sangat mengharapkan dukungan Indonesia untuk kesuksesan program tersebut,” kata Jam Kamal. (bi)
Leave a comment