Home EKONOMI Marketplace Properti Ungkap Efek Nyata PPN DTP, Permintaan Naik Dua Digit
EKONOMI

Marketplace Properti Ungkap Efek Nyata PPN DTP, Permintaan Naik Dua Digit

Share
PPN DTP dorong pasar properti. Rumah123 catat permintaan hunian baru naik 16,8% sepanjang 2025.
Share

Jakarta, hotfokus.com

Insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) kembali membuktikan daya dorongnya bagi sektor properti. Sepanjang 2025, Rumah123 mencatat total permintaan proyek properti baru melonjak 16,8% dibandingkan 2024. Angka ini mempertegas peran kebijakan fiskal dalam menggerakkan minat beli hunian.

Kenaikan permintaan makin terasa pada paruh kedua tahun lalu. Lonjakan signifikan terjadi sejak Juli 2025, dengan pertumbuhan enquiries mencapai 30% dibandingkan Juni 2025. Tren ini menunjukkan respons pasar yang kuat terhadap keberlanjutan kebijakan PPN DTP.

“Lonjakan minat mulai terlihat signifikan sejak Juli 2025, mengindikasikan respons pasar yang kuat terhadap keberlanjutan kebijakan PPN-DTP,” ujar Marisa Jaya, Head of Research Rumah123, Kamis (8/1/2026).

Pemerintah kemudian memastikan kesinambungan insentif ini melalui Paket Ekonomi 2025–2026. Kebijakan tersebut bertujuan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dengan memperkuat daya beli, terutama di sektor properti yang menjadi kontributor penting terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Secara regulasi, pemerintah memperpanjang PPN DTP lewat PMK Nomor 90 Tahun 2025 yang berlaku mulai 1 Januari 2026. Insentif ini mencakup hunian dengan harga jual hingga Rp5 miliar, termasuk pembebasan 100% PPN untuk rumah dengan harga sampai Rp2 miliar.

“Perpanjangan PPN DTP ke 2026 diperkirakan kembali mendorong minat beli. Namun, ini masih early signal karena baru memasuki awal tahun,” kata Marisa. Ia menambahkan, konsumen kini semakin rasional dan selektif, dengan fokus pada lokasi, harga, serta kesiapan unit sebelum mengambil keputusan.

Meski efektif sebagai stimulus jangka pendek, Marisa menilai keberlanjutan pasar properti tetap bergantung pada keseimbangan supply dan demand, arah suku bunga KPR, serta struktur pembiayaan. Dalam konteks ini, data permintaan di marketplace menjadi indikator awal bagaimana kebijakan fiskal diterjemahkan menjadi perilaku konsumen nyata, sekaligus referensi bagi pengembang dan investor. (SA/GIT)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
EKONOMI

Pendekatan Baru, Optimalkan Kelola Kas Negara Buat Dongkrak Pertumbuhan

Jakarta, hotfokus.com Pemerintah akan mengembangkan pendekatan baru dengan mengoptimalkan pengelolaan kas negara...

EKONOMI

Diversifikasi & Kolaborasi Kunci Perkuat Ketahanan Perdagangan

Jakarta, hotfokus.com Di tengah tantangan ekonomi dunia, diversifikasi dan kolaborasi global menjadi...

Danantara Bikin Investor Global Makin Kepincut, Tony Blair Sebut Indonesia Masuk Radar Utama
EKONOMI

Danantara Bikin Investor Global Makin Kepincut, Tony Blair Sebut Indonesia Masuk Radar Utama

Jakarta, hotfokus.com Minat investor global terhadap Indonesia kembali menjadi sorotan setelah mantan...

EKONOMI

Menkeu Pastikan Tarif Pajak Tak Naik, Penerimaan Negara Melonjak 21,4 Persen

Jakarta, hotfokus.com Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah tidak akan menaikkan...