Jakarta, hotfokus.com
Upaya PT Pertamina (Persero) dalam memperkuat praktik keberlanjutan kembali menuai pengakuan internasional. Lembaga pemeringkat global Sustainalytics mencatat skor Environmental, Social, and Governance (ESG) Pertamina membaik menjadi 23,1 dengan kategori Medium Risk per 31 Desember 2025. Angka tersebut turun dari 26,9 pada 2024, yang mencerminkan penurunan tingkat risiko keberlanjutan.
Perbaikan skor ini sekaligus mengokohkan posisi Pertamina sebagai peringkat ESG terbaik dunia di sub industri Integrated Oil and Gas. Dari total 56 perusahaan minyak dan gas terintegrasi yang dinilai, Pertamina berada di kelompok kecil 11% perusahaan dengan kategori Medium Risk, sementara mayoritas lainnya masih berada pada level High Risk (32%) dan Severe Risk (57%).
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyebut capaian tersebut mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam mengelola risiko keberlanjutan secara terintegrasi di seluruh lini usaha. Menurutnya, pengakuan dari lembaga pemeringkat global menjadi bukti meningkatnya kepercayaan internasional terhadap arah bisnis Pertamina.

“Penilaian ini menunjukkan komitmen Pertamina dalam menjalankan bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan terus mendapatkan apresiasi dunia,” kata Baron.
Penguatan kinerja ESG Pertamina juga tercermin dari penilaian lembaga lain. MSCI ESG Rating per 31 Desember 2025 menaikkan peringkat Pertamina menjadi BBB, setelah sebelumnya berada di level BB pada tahun 2024. Baron menilai peningkatan tersebut mencerminkan konsistensi strategi keberlanjutan yang dijalankan perusahaan.
Dari aspek lingkungan, Carbon Disclosure Project (CDP) turut mencatat perbaikan. Pada 2025, peringkat Water Security Pertamina naik ke A- dari sebelumnya B, sehingga menempatkan perusahaan pada kategori Leadership dengan pengelolaan air yang dinilai di atas rata-rata industri. Sementara itu, skor Climate Change bertahan di level B, yang menunjukkan kategori Management.
“Fokus Pertamina tidak hanya pada kinerja bisnis, tetapi juga pada pengelolaan lingkungan serta mitigasi dampak perubahan iklim secara berkelanjutan,” ujar Baron.

Ke depan, Pertamina menempatkan ESG sebagai fondasi utama dalam menjaga ketahanan bisnis dan menciptakan nilai jangka panjang. Strategi ini sejalan dengan target Net Zero Emission 2060 serta komitmen mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance di seluruh aktivitas usaha. (*)
Leave a comment