Home EKONOMI Perkuat Lumbung Pangan, Bulog Kelola 24 Infrastruktur
EKONOMI

Perkuat Lumbung Pangan, Bulog Kelola 24 Infrastruktur

Share
Perkuat Lumbung Pangan, Bulog Kelola 24 Infrastruktur
Share

Jakarta, Hotfokus.com

Perum Bulog mengembangkan pengelolaan 24 infrastruktur pasca panen, seperti modern rice milling plant (MRMP), rice to rice (RTR), unit pengolahan (UP) dan corn drying center (CDC).

“Seluruh infrastruktur tersebut tersebar di seluruh Indonesia khususnya di wilayah sentra produksi beras dan jagung,” kata Sekretaris Perusahaan Perum Bulog, Awaludin Iqbal, dalam keterangannya seperti dikutip Kamis (26/10/2023).

Ia menambahkan pembangunan infrastruktur pasca panen tersebut merupakan gerakan diversifikasi untuk memperkuat lumbung pangan melalui penyederhanaan alur kegiatan produksi pangan berupa gabah, beras dan jagung berbasis teknologi modern, sehingga mampu menjamin standarisasi mutu dan higienitas produk pangan.

Saat ini, Bulog telah mendirikan 10 MRMP di Subang, Sragen, Kendal, Karawang, Lampung, Bojonegoro, Jember, Banyuwangi, dan Sumbawa. Ketersediaan MRMP di wilayah sentra produksi beras ditujukan untuk mendukung kegiatan produksi pangan, jasa pengeringan, jasa penggilingan, jasa pengemasan dan jasa penyimpanan Gabah Kering Giling (GKG). MRMP ditunjang dengan teknologi berupa dryer dengan kapasitas 120 ton/hari, milling dengan kapasitas 6 ton/jam, dan silo yang dapat menampung 6.000 ton GKG.

Selain MRMP, Bulog juga mengembangkan infrastruktur pengelolaan gabah dan beras, seperti RTR dan UP. Mesin RTR memiliki kapasitas produksi 6 ton/jam yang berfungsi untuk menjamin mutu dan kualitas beras melalui teknologi berupa mesin pengering serta penggilingan padi yang dilengkapi dengan mesin penyortir warna beras.

RTR tersebar di 7 wilayah seperti DKI Jakarta, Indramayu, Sukoharjo, Sidoarjo, Lombok Timur, Makassar, dan Sidrap.

Sedangkan UP digunakan sebagai sarana pengolahan yang digunakan untuk kegiatan pengolahan, perawatan, pengemasan, dan penyimpanan pangan beras serta turunannya. UP memiliki kapasitas untuk mengeringkan gabah beras menggunakan dryer dengan kapasitas 10-40 ton/hari dan 2-3 ton/jam.

Saat ini, UP dimiliki Bulog sebanyak 5 unit yang tersebar di Bantul, Mojolaban, Candirejo, Anabanua dan Lancirang. (bi)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Menperin Baru: Industri, Motor Ekonomi & Serap Tenaga Kerja
EKONOMI

Menperin Baru: Industri, Motor Ekonomi & Serap Tenaga Kerja

Jakarta, hotfokus.com Sektor industri menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan...

Penempatan Manajer KDKMP Bikin Heboh, Kemenkop Buka Fakta di Baliknya
EKONOMI

Penempatan Manajer KDKMP Bikin Heboh, Kemenkop Buka Fakta di Baliknya

Jakarta, Hotfokus.com Penempatan manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tengah menjadi sorotan...

EKONOMI

Perpres Ditandatangani, KDKMP Jadi Simpul Distribusi Barang Bersubsidi

Jakarta, Hotfokus.com Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP)...

3 Jurus Buat Pacu Pertumbuhan Ekonomi. Investasi, Produktivitas dan Ekspor
EKONOMI

3 Jurus Buat Pacu Pertumbuhan Ekonomi. Investasi, Produktivitas dan Ekspor

Jakarta, hotfokus.com Pemerintah masih mengantisipasi ketidakpastian masalah terkait energi dan logistik akibat...