Home EKONOMI Bank Indonesia Sebut Perbankan Bandel Terkait Suku Bunga Kredit
EKONOMI

Bank Indonesia Sebut Perbankan Bandel Terkait Suku Bunga Kredit

Share
bank indonesia sebut perbankan bandel terkait suku bunga kredit
Share

Jakarta, hotfokus.com

Bank Indonesia (BI) menyayangkan sikap perbankan yang “bandel” dalam hal penurunan suku bunga kreditnya. Padahal bank sentral sudah menurunkan suku bunga acuan BI 7 Day Reverse Repo Rate (BI 7 DRRR) hingga mencapai 225 basis poin (bps). Namun nyatanya perbankan baru menurunkan rate bunga kreditnya sekitar 83 basis poin saja. Hal ini menimbulka tanda tanya besar bagi BI mengapa tingkat akselerasi industri perbankan sangat lambat terhadap kebijakan otoritas.

Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Juda Agung, menjelaskan bahwa dengan penurunan suku bunga BI 7 DRRR yang kini di level 3,5 persen seharusnya bisa mendorong daya saing industri perbankan agar tingkat permintaan kredit meningkat. Namun dengan masih rendahnya penurunan rate itu maka tidak heran jika pertumbuhan kredit selama ini juga masih loyo.

“Inilah yang sebenarnya kita tidak inginkan, bagi BI kita inginkan kalau BI itu turunkan suku bunga harusnya responsnya juga sama. Karena kalau kita bicara mengenai biaya-biaya dalam suku bunga itukan ada over head cost, tapi itu sudah turun,” ujar Juda Agung dalam konferensi pers virtual, Senin (22/2/2021).

Dia berharap industri perbankan bisa segera menyesuaikan diri dengan secara responsif menurunkan suku bunga kreditnya. Sebab dengan masih menbandelnya bank-bank itu, maka adan kecenderungan mereka ingin mendapatkan benefit yang lebih di tengah upaya pemerintah dan regulator memberikan keringanan.

Juda juga meminta agar industri perbankan benar-benar serius dalam upaya membantu pemerintah dalam pemulihan ekonomi yang drop akibat dihajar Pandemi Covid-19. Sebab jika “egoisme” perbankan ini masih tinggi maka akan sulit bagi pemerintah menggenjot permintaan kredit hingga ke level double digit.

“Suku bunga kredit kita masih sangat rigid, ini keliatan spreadnya sangat meningkat. Ini justru mengalami pelabaran, artinya bank-bank mencoba mendapatkan keuntungan yang lebih di saat seperti ini,” sambungnya. (DIN/RIF)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Ubah Lembaga Pokdarwis Jadi Koperasi, Solusi Kembangkan Desa Wisata
EKONOMI

Ubah Lembaga Pokdarwis Jadi Koperasi, Solusi Kembangkan Desa Wisata

Belitung, hotfokus.com Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memperkuat kolaborasi dengan...

KKP, Baharkam Polri, dan Pertamina Patra Niaga bersinergi menjamin keamanan serta akses BBM bagi nelayan di Kampung Nelayan Merah Putih.
EKONOMI

KKP Gandeng Polri dan Pertamina, Akses BBM Nelayan di KNMP Dipastikan Lebih Aman

Jakarta, hotfokus.com Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggandeng Baharkam Polri dan PT...

Kemenkop dan Agrinas Palma membangun ekosistem sawit berbasis koperasi untuk memperkuat daya tawar petani dan industri hilir.
EKONOMI

Kemenkop Gandeng Agrinas Palma, 1.135 Koperasi Sawit Disiapkan Perkuat Posisi Petani

Jakarta, hotfokus.com Kementerian Koperasi (Kemenkop) menggandeng PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) untuk...

Pemerintah & DPR Siapkan Pondasi Buat Bangun Pusat Finansial Internasional
EKONOMI

Pemerintah & DPR Siapkan Pondasi Buat Bangun Pusat Finansial Internasional

Jakarta, hotfokus.com Pemerintah dan DPR menyiapkan pondasi untuk membangun pusat keuangan berstandar...