Home NASIONAL Maskapai Australia Terapkan Turis Wajib Vaksin Covid-19, Perlukah Indonesia Mengikuti?
NASIONAL

Maskapai Australia Terapkan Turis Wajib Vaksin Covid-19, Perlukah Indonesia Mengikuti?

Share
Share

Jakarta, Hotfokus.com

Maskapai penerbangan terbesar di Australia, Qantas, seperti dikutip dari kantor berita AFP, berencana mewajibkan para warga asing (turis) yang terbang menggunakan maskapai tersebut untuk divaksinasi Covid-19 terlebih dahulu untuk bisa dilayani terbang dari negara tersebut ke negara lain.

“Kami sedang mengubah syarat dan ketentuan kami untuk mengatakan kepada pelancong internasional bahwa kami akan meminta orang untuk melakukan vaksinasi sebelum mereka bisa naik pesawat,” kata CEO Qantas Alan Joyce mengatakan pada Senin (23/11/2020), dikutip dari AFP.

“Apakah Anda membutuhkannya di dalam negeri, kami harus melihat apa yang terjadi dengan Covid-19 di pasar, tetapi yang pasti, untuk pengunjung internasional yang datang (ke Australia) dan orang-orang yang meninggalkan negara itu, kami pikir itu adalah suatu kebutuhan,” sambungnya.

Penyataan Joyce tersebut mempertimbangkan kemungkinan akan adanya pengenalan paspor vaksinasi elektronik. Hal itu juga diperkirakan bakal menjadi praktik standar di seluruh dunia.

Di Indonesia sendiri, beberapa kalangan sempat menyatakan pendapatnya bahwa indentifikasi orang yang sudah di-vaksin dan orang yang tidak di-vaksin merupakan suatu hal yang bisa dilakukan pemerintah. Pengusaha Peter F. Gontha misalnya yang mengusulkan agar pemerintah memberikan ID khusus kepada masyarakat yang sudah di-vaksin. ID tersebut nantinya bisa berfungsi untuk menggantikan surat hasil Rapid tes dan Antigen yang diperlukan untuk melakukan perjalanan.

Disamping itu, ID khusus itu juga berfungsi untuk mengidentifikasi jika orang yang sudah di-vaksin terpapar Covid-19 lagi, maka biaya pengobatan sepenuhnya ditanggung pemerintah.

Direktur Pusat Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria juga menanggapi positif usulan Peter F. Gonthe tersebut. Menurutnya, identifikasi peserta vaksin tersebut diperlukan untuk membedakan orang yang sudah di-vaksin maupun yang belum di-vaksin.

Selain itu, pemerintah juga bisa mewajibkan masyarakat untuk vaksin guna membentuk herd immunity, dan melindungi masyarakat yang rentan terpapar namun tidak bisa di-vaksin karena memiliki penyakit bawaan yang berisiko.

“Agar program vaksin bisa berjalan sesuai rencana, maka pemerintah perlu mewajibkan seluruh penumpang pesawat udara, kereta api, kapal laut, MRT (trans jakarta) menunjukan surat keterangan telah vaksin,” demikian Sofyano. (SNU/RIF)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
NASIONAL

Bea Cukai dan BAIS TNI Bongkar Pita Cukai Palsu Rp570 Miliar, Puskepi: Presiden Harus Beri Perhatian Serius

Jakarta, hotfokus.com Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi), Sofyano Zakaria, mengapresiasi keberhasilan...

NASIONAL

Mainkan ‘Piring’ Rakyat, Pemerintah Bakal Sikat Mafia Pangan

Jakarta, hotfokus.com Ditengarai memainkan ‘isi piring’ rakyat, pemerintah bakal menertibkan dan menyikat...

Bea Cukai dan BAIS TNI bongkar sindikat pita cukai ilegal di Jepara-Semarang, selamatkan potensi kerugian negara Rp570 miliar.
NASIONAL

Bea Cukai Bongkar Sindikat Pita Cukai Ilegal, Negara Selamat dari Kerugian Rp570 Miliar

Jakarta, hotfokus.com Aksi sindikat pita cukai ilegal di Jawa Tengah akhirnya terbongkar....

Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Target 30 Ribu Unit Dikebut
NASIONAL

Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Target 30 Ribu Unit Dikebut

Jakarta, Hotfokus.com Presiden Prabowo Subianto resmi mengoperasikan 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih...