Home NASIONAL Sektor Pergudangan Diproyeksi Tumbuh Rp 147,5 Triliun di Tahun 2019
NASIONAL

Sektor Pergudangan Diproyeksi Tumbuh Rp 147,5 Triliun di Tahun 2019

Share
Share

Jakarta, hotfokus.com

Suplay Chain Indonesia memproyeksikan tingkat pertumbuhan sektor pergudangan tahun 2018 mengalami penurunan dari periode sebelumnya. Pada tahun 2018 pertumbuhan sektor ini sebesar 9,52%, sedangkan pada tahun 2017 pertumbuhan mencapai 14,35%.

SCI menganalisis faktor penyebab turunnya kontribusi sektor pergudangan terhadap PDB di tahun 2018 karena perlambatan pertumbuhan sektor non migas.

“SCI memprediksi tingkat pertumbuhan sektor pergudangan terhadap PDB akan meningkat menjadi Rp 147,5 triliun atau tumbuh 12,49% dan kontribusi terhadap PDB sebesar 0,92% pada tahun 2019,” tutur Setijadi, Chairman Supply Chain Indonesia (SCI) dalam pernyataannya, Minggu (19/05).

Pertumbuhan sektor pergudangan, kata dia, mengikuti pertumbuhan industri dan prediksi SCI itu sesuai dengan data pertumbuhan industri dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada triwulan I tahun 2019. Untuk industri manufaktur besar dan sedang (IBS), misalnya, BPS mencatat pertumbuhan produksi naik 4,45% dibandingkan triwulan I tahun 2018.

“Pertumbuhan IBS didominasi oleh Industri Pakaian Jadi yang tumbuh tertinggi sebesar 29,19%, diikuti Industri Pengolahan Tembakau (17,19%), Industri Furnitur (12,92%), Industri Tekstil (8,77%), Industri Kertas dan Barang dari Kertas (8,20%), Industri Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia (7,77%), dan Industri Makanan (1,36%),” paparnya.

Sementara itu, Subhan Novianda, Direktur Utama PT Multi Inti Digital Logistik, perusahaan teknologi logistik (pergudangan dan transportasi), menyebut beberapa faktor pendorong peningkatan kebutuhan gudang, yaitu peningkatan bisnis e-commerce, kemudahan dalam aktivitas impor dan desentralisasi distribusi barang.

Subhan menjelaskan perlunya peningkatan efisiensi dan efektivitas pergudangan dengan memanfaatkan teknologi informasi. Dengan penerapan warehouse management system (WMS), misalnya, proses operasional di gudang akan dapat memenuhi tuntutan kecepatan, keakuratan, dan efisiensi proses logistik dalam mata rantai pasok.

“Bentuk digitalisasi dalam sistem pergudangan itu penting untuk menyongsong Industri Versi 4.0,” tukasnya.(SA)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Konsentrat Tembaga
NASIONAL

Harga Mineral Terkoreksi, HPE Tembaga & Emas Ikut Lunglai

Jakarta, hotfokus.com Menyusul terkoreksinya harga mineral, harga patokan ekspor (HPE) konsentrat tembaga...

NASIONAL

Selama Puasa, Busana Muslim, Perlengkapan Ibadah serta Alas Kaki Laris Manis

Jakarta, hotfokus.com Kalangan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dalam negeri merasa...

Jasa Marga memprediksi lebih dari 1 juta kendaraan melintas di Tol Trans Jawa saat mudik Lebaran 2026.
NASIONAL

Mudik 2026 Meledak! Lebih dari 1 Juta Kendaraan Diprediksi Padati Tol Trans Jawa

Jakarta, hotfokus.com Arus mudik Lebaran 2026 mulai terasa. PT Jasamarga Transjawa Tol...

Menhub Optimistis Arus Mudik Lebaran 2026 Tetap Meningkat
NASIONAL

Menhub Optimistis Arus Mudik Lebaran 2026 Tetap Meningkat

Jakarta, hotfokus.com Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, memastikanpergerakan masyarakat pada arus mudik...