Home EKONOMI UKM Ini Siap Masuki Pasar Ekspor Melalui Kerajinan Kain Perca Dan Blacu
EKONOMI

UKM Ini Siap Masuki Pasar Ekspor Melalui Kerajinan Kain Perca Dan Blacu

Share
ukm ini siap masuki pasar ekspor melalui kerajinan kain perca dan blacu
Share

Jakarta, hotfokus.com

PT Pertamina (Persero) melalui Program Kemitraan telah membina puluhan ribu usaha kecil menjadi mitra binaannya. Banyak binaan yang menjalankan usahanya berbekal hobi. Dengan ketekunan yang kuat akhirnya bisnis yang dimulai dengan coba-coba itu akhirnya bisa berkembang dan terus naik kelas.

Salah satu contohnya adalah Tri Retno Mahanani. Pemilik UMK Citra Handycraft ini sejak lama sudah menyukai bidang jahit-menjahit. Bermula dari membuat satu-dua buah produk, ternyata banyak yang minat terhadap produknya. “Ya, dari coba-coba itu, akhirnya banyak yang suka, lalu saya buat secara massal,” katanya.

Awalnya produk yang dibuatnya seperti tas yang bisa dipakai untuk pengajian ibu-ibu di sekitar rumahnya. Lalu, ia melakukan inovasi dengan membuat aneka taplak meja dan sarung bantal. Seiring dengan waktu, saat ini varian produknya sudah semakin banyak, antara lain tempat tisu, tatakan gelas, gorden, sampai daster. “Sudah lebih dari 10 jenis, dimana masing-masing jenisnya, malah ada yang diproduksi sampai ribuan pieces,” terang Retno.

Diakuinya, ia memulai bisnis craft dengan modal tidak lebih dari Rp5 juta. Untuk menghemat biaya, dia memanfaatkan bahan-bahan yang terdapat di rumahnya. Hanya bahan baku kain yang dibelinya dari Pasar Tanah Abang. “Untuk bahan baku, saya pilih bahan yang berkualitas,” sebutnya.

Prospeknya cukup bagus, hal tersebut dibuktikan dengan penjualan yang terus meningkat setiap tahunnya.

Terkait harga, produk Citra Handrycraft ini dibanderol mulai Rp25 ribu hingga Rp450 ribu per pieces. Untuk meningkatkan penjualan, cara yang ditempuhnya adalah dengan rajin mengikuti beragam pameran di seluruh wilayah Indonesia dan luar negeri. Bersama Pertamina, ia pernah memamerkan produknya di Yordania, Dubai, dan Hong Kong. Bahkan, beberapa kali produknya juga berhasil menembus Benua Eropa.

Retno banyak mengombinasikan blacu yakni bahan karung terigu dan kain perca untuk membuat karyanya. Perpaduan inilah yang membuat banyak warga asing menggemari produknya. Apalagi saat kain perca yang dipakai adalah kain baik, membuat nuansa Indonesia makin melekat di setiap hasil kerajinannya. Membuat setiap orang, bahkan warga asing sekalipun langsung kepincut saat melihatnya.

Saat ini di workshopnya di kawasan Depok, Jawa Barat, ia telah memperkerjakan 4 karyawan untuk memproduksi aneka produknya. Menurut Retno, meskipun di bisnis ini tensi persaingan cukup tinggi, asalkan inovatif niscaya tidak akan kehilangan konsumen. “Yang meniru itu pasti banyak, kita harus punya ciri khas. Harus inovatif, selain tetap jaga kualitas dan kerapian jahit dan harga tentunya.”

Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina, Agus Suprijanto menambahkan, peluang usaha yang bisa dijalani oleh mitra binaan bisa datang dari mana saja, baik hobi atau yang lainnya. Dengan berkembangnya suatu usaha, akan membuka peluang terciptanya lapangan kerja dan mendukung perekonomian nasional. “Sesuai dengan implementasi SDGs tujuan ke-8 dan juga penerapan ESG dibidang sosial,” tutupnya.(ERT/RIF)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
RI Berpeluang Jadi ProdusenElektronik Kedua Setelah RRT
EKONOMI

Antisipasi Cuaca Tak Bersahabat, Pasokan Bapok Harus Dipercepat

Jakarta, hotfokus.com Mengantisipasi cuaca tak bersahabat, pasokan bahan pokok (bapok) jelang Bulan...

Menkeu: Bea Cukai Harus Kawal Permintaan Domestik
EKONOMI

Menkeu: Bea Cukai Harus Kawal Permintaan Domestik

Jakarta, hotfokus.com Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, meminta jajarannya terutama Bea...

Sepanjang 2023, Nilai Transaksi Lelang DJKN Tembus Rp44,34 T
EKONOMI

Di Taiwan, WNI Bayar Biaya Urus Paspor di Minimarket

Taipei, hotfokus.com Kabar gembira bagi Warga Negara Indonesia (WNI) di Taiwan. Mereka...

Program SRC dinilai menjadi pilar penting pemberdayaan UMKM nasional dengan omzet Rp236 triliun dan dampak langsung ke jutaan tenaga kerja.
EKONOMI

SRC Jadi Penggerak Utama Pemberdayaan UMKM Nasional

Jakarta, hotfokus.com Kementerian Koperasi dan UKM menilai program Sampoerna Retail Community (SRC)...