Jakarta, Hotfokus.com
Pemerintah memastikan keselamatan jemaah haji Indonesia tetap menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Langkah tersebut diambil seiring dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah yang terus berkembang.
Dahnil Anzar Simanjuntak, Wakil Menteri Haji dan Umrah, menyampaikan bahwa Prabowo Subianto telah memberi arahan tegas kepada seluruh jajaran pemerintah agar memastikan keamanan warga negara Indonesia yang akan menunaikan ibadah haji.
“Perintah Presiden sangat jelas, yaitu memastikan keselamatan warga negara Indonesia yang akan berangkat menunaikan ibadah haji. Keselamatan jemaah haji harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan dan langkah yang kita ambil,” ujar Dahnil di Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Menurut Dahnil, pemerintah terus memantau perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah yang saat ini bergerak sangat dinamis. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kebijakan penyelenggaraan haji tahun ini.
“Situasi di Timur Tengah saat ini sangat dinamis dan tentu menjadi salah satu pertimbangan penting. Karena itu, kami diminta menyiapkan berbagai skenario secara seksama serta memastikan langkah mitigasi risiko telah dipersiapkan dengan baik,” jelasnya.
Pemerintah kini menyiapkan sejumlah skenario dan strategi mitigasi untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat mempengaruhi penyelenggaraan ibadah haji. Seluruh rencana tersebut nantinya akan dibahas bersama Dewan Perwakilan Rakyat sebagai bagian dari mekanisme pengambilan keputusan.
“Kami sedang menyiapkan berbagai skenario dan langkah mitigasi risiko secara komprehensif agar pemerintah siap menghadapi berbagai kemungkinan,” kata Dahnil.
Sementara itu, terkait perjalanan ibadah umrah, Kementerian Haji dan Umrah mengikuti imbauan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia agar masyarakat yang berencana berangkat umrah dalam waktu dekat menunda keberangkatan hingga situasi kawasan lebih kondusif. (SA/GIT)
Leave a comment