Jakarta, Hotfokus.com
PT PLN (Persero) kembali menghadirkan program sosial yang menyentuh masyarakat. Melalui inisiatif Light Up The Dream, perusahaan listrik negara tersebut memberikan sambungan listrik gratis kepada 2.533 keluarga prasejahtera di berbagai daerah Indonesia pada 4 Maret 2026.
Program ini lahir dari kepedulian para pegawai PLN yang secara sukarela menyisihkan donasi untuk membantu rumah tangga yang selama ini belum memiliki akses listrik. Sejak pertama kali digulirkan pada 2020, program ini telah menghadirkan sambungan listrik tanpa biaya bagi 44.317 keluarga di seluruh Indonesia.
Bagi para penerima manfaat, kehadiran listrik menjadi perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari. Titin, warga Banjarmasin, mengaku kini tidak perlu lagi bergantung pada listrik tetangga untuk menjalankan aktivitas rumah tangga.
“Di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, akhirnya saya bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa harus menumpang listrik lagi ke tetangga,” ungkapnya.
Rasa syukur serupa disampaikan Ami, warga Desa Kertaraharja, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis. Selama ini keluarganya hanya menyalurkan listrik dari rumah tetangga, namun kini rumahnya sudah memiliki sambungan listrik sendiri.

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada PLN. Sekarang rumah kami akhirnya punya listrik sendiri,” kata Ami.
Apresiasi juga datang dari Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela. Ia menilai akses listrik tidak hanya memberikan penerangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi keluarga serta mendukung pendidikan anak-anak.
Sementara itu, Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN, Yusuf Didi Setiarto, menegaskan bahwa Light Up The Dream mencerminkan kepedulian insan PLN terhadap masyarakat yang belum menikmati listrik.
“Melalui Light Up The Dream, insan PLN melihat adanya sisi kemanusiaan yang bisa diisi dengan kontribusi untuk memberikan harapan,” ujarnya.
PLN berharap program ini terus memperluas manfaat sehingga semakin banyak keluarga prasejahtera dapat menikmati listrik secara mandiri dan meningkatkan kualitas hidup mereka. (*)
Leave a comment