Batang, hotfokus.com
Pemerintah melalui Kementerian ESDM bersama PT PLN (Persero) memastikan kesiapan listrik nasional dan infrastruktur pengisian kendaraan listrik saat puncak mudik Idulfitri 1447 H. Pengecekan dilakukan langsung di SPKLU Rest Area KM 379A Batang, Jawa Tengah.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot, menegaskan pasokan listrik nasional tetap terkendali meski kebutuhan meningkat. Saat ini, kapasitas daya mencapai sekitar 52 gigawatt (GW), sedangkan beban puncak 35 GW. Artinya, sistem masih memiliki cadangan sekitar 17 GW.
“Cadangan itu kita masih memiliki sekitar 17 gigawatt atau kondisinya aman,” ujar Yuliot.
Di tengah tren kendaraan listrik yang terus naik, PLN memperkuat kesiapan dari sisi pembangkit hingga distribusi. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan seluruh sistem telah disiapkan sejak awal.
“PLN siap menjaga pasokan listrik termasuk infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik tetap andal dan prima bagi masyarakat,” kata Darmawan.
PLN memprediksi jumlah pemudik EV tahun ini melampaui 23 ribu unit atau tumbuh 60% dibanding tahun lalu. Untuk mengantisipasi lonjakan ini, PLN menyiapkan 4.769 SPKLU di 3.097 titik dengan jarak rata-rata sekitar 22 kilometer.
Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, memastikan pengguna kendaraan listrik bisa berkendara tanpa kekhawatiran.

“Sehingga masyarakat tidak perlu ragu dan khawatir akan kehabisan daya selama perjalanan,” ujarnya.
Di jalur utama Sumatra, Jawa, dan Bali, PLN mengoperasikan 1.681 SPKLU di 994 lokasi. Selain itu, 15 SPKLU Mobile disiagakan di exit tol dan lebih dari 5.000 personel dikerahkan untuk menjaga layanan tetap optimal.

PLN juga menghadirkan teknologi fast charging hingga ultra fast charging, serta fitur Trip Planner dan AntreEV di PLN Mobile agar perjalanan lebih praktis dan efisien. (*)
Leave a comment