Jakarta, hotfokus.com
PT PLN (Persero) mencatat peningkatan signifikan penggunaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) selama periode Ramadan dan Idulfitri 1447 H. Lonjakan ini mencerminkan tren positif penggunaan kendaraan listrik saat arus mudik.
Pada periode 12–31 Maret 2026, jumlah transaksi pengisian mencapai 303.234 kali. Angka ini melonjak tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 73.161 transaksi. Konsumsi listrik pun ikut meningkat dari 1,75 juta kWh menjadi 7,16 juta kWh.
Inspektur Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Yudhiawan Wibisono, menilai keberhasilan ini tidak lepas dari peran Posko Nasional ESDM.
“Posko bukan hanya pusat pengendalian, tetapi juga bukti komitmen pemerintah menjaga ketersediaan energi selama Lebaran,” ujarnya.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyebut peningkatan ini sebagai sinyal kuat kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik.

“Lonjakan penggunaan SPKLU menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik,” katanya.
Untuk memenuhi kebutuhan pengguna, PLN bersama mitra menghadirkan 4.769 SPKLU di 3.097 titik dengan jarak rata-rata 22 kilometer. Di jalur utama Sumatra, Jawa, dan Bali, tersedia 1.681 unit di 994 lokasi, naik sekitar 70 persen.
PLN juga memperkuat layanan dengan SPKLU mobile, teknologi fast hingga ultra fast charging, serta fitur digital seperti EVDS, Trip Planner, dan AntreEV di aplikasi PLN Mobile.

Langkah ini membuat perjalanan kendaraan listrik semakin praktis, cepat, dan nyaman bagi pengguna. (*)
Leave a comment