Home LISTRIK Light Up The Dream: PLN Nyalakan Harapan Warga Pra-Sejahtera hingga ke Maluku
LISTRIK

Light Up The Dream: PLN Nyalakan Harapan Warga Pra-Sejahtera hingga ke Maluku

Share
Light Up The Dream: PLN Nyalakan Harapan Warga Pra-Sejahtera hingga ke Maluku
Salah satu penerima manfaat penyambungan listrik gratis program LUTD di Karangasem, Bali, I Wayan Polos (kanan) mendampingi petugas PLN saat menyalakan listrik di rumahnya untuk pertama kalinya.
Share

Jakarta, hotfokus.com

Komitmen PT PLN (Persero) dalam memastikan akses energi yang merata bagi seluruh masyarakat Indonesia terus ditunjukkan melalui program sosial unggulannya, Light Up The Dream (LUTD). Lewat program ini, para pegawai PLN bergotong-royong menyisihkan sebagian penghasilan mereka untuk membiayai pemasangan listrik secara gratis bagi keluarga pra-sejahtera di berbagai penjuru Tanah Air, termasuk wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).

Ratusan Keluarga Telah Terima Manfaat LUTD

Sejak diluncurkan pertama kali pada 2020, program Light Up The Dream telah memberikan sambungan listrik gratis kepada 34.059 kepala keluarga di seluruh Indonesia. Hingga Juni 2025, tercatat sebanyak 417 pelanggan tambahan berhasil menikmati listrik mandiri berkat inisiatif sosial PLN ini.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa semangat gotong royong menjadi pondasi utama dalam implementasi program LUTD. Menurutnya, listrik merupakan kebutuhan mendasar yang seharusnya dapat diakses seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

“LUTD bukan sekadar program bantuan, tapi cerminan kepedulian dan solidaritas seluruh insan PLN. Kita ingin setiap keluarga di Indonesia, tanpa terkecuali, dapat merasakan manfaat listrik untuk kehidupan yang lebih baik,” ujar Darmawan.

Cerita Haru Para Penerima Manfaat LUTD

Salah satu penerima manfaat LUTD adalah Enik, seorang ibu rumah tangga lansia yang tinggal di Kampung Daraham, Desa Jambe, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang. Selama bertahun-tahun, Enik harus bergantung pada sambungan listrik dari rumah tetangganya. Kini, berkat PLN, rumahnya telah resmi memiliki sambungan listrik sendiri sejak Juni lalu.

“Sekarang kami punya listrik sendiri, tidak perlu lagi menyalur ke tetangga. Terang membawa kehangatan di keluarga kami. Kini anak cucu bisa belajar dengan nyaman, dan aktivitas sehari-hari jadi lebih mudah. Terima kasih PLN yang telah menghadirkan harapan dan kebahagiaan baru bagi keluarga kami,” tutur Enik penuh syukur.

Kisah serupa juga dialami Nenek Lagiyem, warga Kelurahan Bedoyo, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul. Selama ini, ia hanya mengandalkan listrik dari tetangga, yang kerap mati mendadak dan menimbulkan rasa khawatir.

“Alhamdulillah, sekarang rumah saya sudah punya listrik sendiri. Dulu cuma numpang dari tetangga, kadang mati, kadang takut juga kalau korslet. Sekarang rumah jadi terang, hati saya juga lega. Terima kasih banyak untuk PLN,” ucap Lagiyem dengan suara lirih.

Di wilayah timur Indonesia, Evredy Hully, warga Maluku, juga merasakan kebahagiaan serupa. Sebelumnya, ia hidup tanpa akses listrik memadai dan harus mengandalkan penerangan seadanya di malam hari. Program LUTD pun membawa perubahan besar dalam kehidupannya.

“Saya sangat berterima kasih kepada PLN. Bantuan ini sangat berarti, terutama untuk anak saya yang kini bisa belajar dengan nyaman di malam hari,” ungkap Evredy dengan mata berbinar.

Dukungan Pemerintah Daerah untuk Program LUTD

Program LUTD tak hanya disambut antusias oleh masyarakat, tetapi juga mendapatkan apresiasi dari pemerintah daerah. Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menilai LUTD sebagai salah satu bentuk nyata pemerataan pembangunan yang inklusif, khususnya di wilayah-wilayah terpencil.

“Program LUTD adalah bentuk nyata dari pemerataan pembangunan yang inklusif. Saya mengapresiasi kerja nyata PLN yang menyentuh masyarakat kurang mampu. Pemerintah Provinsi Maluku akan terus mendukung upaya-upaya yang mendorong terciptanya keadilan energi di daerah ini,” kata Hendrik.

Listrik Jadi Kunci Kesejahteraan Masyarakat

Menurut Darmawan, listrik tak hanya sekadar penerangan, melainkan menjadi pintu menuju kesejahteraan yang lebih luas. Dengan adanya listrik, anak-anak bisa belajar lebih baik, keluarga lebih produktif, serta roda ekonomi masyarakat bisa bergerak lebih cepat.

“Kami percaya bahwa akses terhadap listrik adalah pintu pembuka menuju kemajuan. Dengan hadirnya listrik, anak-anak bisa belajar, keluarga bisa lebih produktif, dan perekonomian meningkat sehingga kualitas hidup masyarakat akan meningkat secara menyeluruh,” pungkas Darmawan.

PLN memastikan program LUTD akan terus berlanjut demi mewujudkan keadilan energi di seluruh pelosok negeri. Semangat gotong royong para pegawai PLN menjadi bukti nyata bahwa transformasi energi tidak hanya soal teknologi, tetapi juga soal kepedulian sosial. (*)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
SUTT Blangpidie–Tapak Tuan Resmi Beroperasi, Listrik Aceh Selatan Makin Stabil dan Hemat BBM
LISTRIK

SUTT Blangpidie–Tapak Tuan Resmi Beroperasi, Listrik Aceh Selatan Makin Stabil dan Hemat BBM

Aceh, hotfokus.com PT PLN memperkuat sistem kelistrikan Aceh Selatan dengan mengoperasikan Saluran...

Program PLN Peduli 2025 Bantu 701 Ribu Warga, Ribuan UMK dan Tenaga Kerja Ikut Terdorong
LISTRIK

Program PLN Peduli 2025 Bantu 701 Ribu Warga, Ribuan UMK dan Tenaga Kerja Ikut Terdorong

Jakarta, hotfokus.com PT PLN (Persero) terus memperluas dampak sosial melalui program Tanggung...

LISTRIK

PLTS Ubah Nasib Nelayan Cilamaya, Melaut Lebih Aman dan Produktivitas Meningkat

Jakarta, hotfokus.com Nelayan di pesisir Cilamaya kini tidak lagi bergantung pada lampu...

PLN, MEBI, dan Huawei Luncurkan SPKLU Ultra Cepat 480 kW di Tangerang, Percepat Ekosistem EV
LISTRIK

PLN, MEBI, dan Huawei Luncurkan SPKLU Ultra Cepat 480 kW di Tangerang, Percepat Ekosistem EV

Tangerang, Hotfokus.com PT PLN (Persero) bersama PT Mega Energi Biru Indonesia dan...