Home LISTRIK Layani Energi Bersih, PLN Suplai 90 GWh Untuk CCEP Indonesia dengan Renewable Energy Certificate
LISTRIK

Layani Energi Bersih, PLN Suplai 90 GWh Untuk CCEP Indonesia dengan Renewable Energy Certificate

Share
Layani Energi Bersih, PLN Suplai 90 GWh Untuk CCEP Indonesia dengan Renewable Energy Certificate
Share

Jakarta, hotfokus.com

PT PLN (Persero) sepakati kerja sama Renewable Energy Certificate (REC) sebesar 90 Gigawatt hour (GWh) dengan Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) Indonesia. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli melalui layanan Green Energy As Services REC sebanyak 90.211 unit hingga tahun 2025.

REC merupakan layanan PLN berupa sertifikat energi terbarukan dan telah di akui secara internasional yang dapat di manfaatkan bagi pelanggan industri maupun rumah tangga dengan kebutuhan klaim energi terbarukan. Nantinya, REC ini akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan Pabrik Bekasi 1 yang merupakan pabrik terbesar milik CCEP Indonesia.

Menurut Direktur Retail dan Niaga PLN Edi Srimulyanti, kolaborasi PLN dengan Coca-Cola menjadi bukti keseriusan kedua belah pihak mendukung target pemerintah mencapai Net Zero Emissions (NZE) di tahun 2060 atau lebih cepat. Dengan ini, CCEP Indonesia akan mendapatkan REC yang bersumber dari Pembangkit energi terbarukan.

Untuk penyalurannya, PLN akan melakukannya dalam tiga tahap selama tiga tahun. Dengan rincian, 14.079 unit REC di tahun 2023, 29.566 unit REC di tahun 2024, dan 46.566 unit REC di tahun 2025. Sehingga, total penyalurannya sebanyak 90.211 unit REC.

Edi menambahkan, REC PLN merupakan inovasi produk dari PLN untuk memfasilitasi pelanggan yang membutuhkan klaim penggunaan energi terbarukan. Selain itu, penggunaan REC menguntungkan bagi pelaku bisnis dan industri karena tidak perlu lagi berinvestasi besar untuk mendapat energi hijau.

”REC menjadi produk hijau PLN yang memudahkan pelanggan untuk mendapatkan pengakuan atas penggunaan energi terbarukan yang transparan, akuntabel, dan diakui secara internasional,” lanjut Edi.

Edi mengungkapkan, sejak diterbitkan pada tahun 2020, layanan REC PLN semakin diminati para pelaku industri yang aware akan ancaman perubahan iklim. Tercatat, sampai November 2023, permintaan REC PLN tumbuh lebih dari 10 kali lipat dibanding 2021 dengan lebih dari 300 Corporate Buyer.

“PLN terus membuka kesempatan bagi pihak mana pun yang ingin memperoleh suplai energi terbarukan dengan menggunakan layanan Green Energy as a Service dari PLN,” tutur Edi.

Sementara Direktur Public Affairs, Communications, and Sustainability CCEP Indonesia Lucia Karina mengatakan, CCEP Indonesia berkomitmen menjadi katalisator suksesnya transisi energi di Indonesia.

Pihaknya melihat, upaya ini adalah bagian dari gerakan yang bertujuan untuk menyelamatkan bumi dan juga untuk mensejahterakan masyarakat.

“Ini merupakan salah satu momentum untuk Coca Cola Europasific Partners (CCEP) Indonesia membuktikan komitmen kami, bahwa kami tidak hanya membuat komitmen diatas kertas tetapi betul-betul mewujudkannya,” katanya.

Dia juga menambahkan bahwa upaya pengurangan emisi membutuhkan komitmen bersama, karena tantangannya tidak mudah. Dalam hal ini REC PLN, akan membantu CCEP Indonesia mengurangi ketergantungan equipment berbasis energi fosil di pabrik dan kantor.

“Kami juga berupaya mendorong rekan-rekan kami, termasuk supplier-supplier yang ada di sini untuk bisa melakukan upaya renewable energy. Sehingga, mereka pun juga bisa melakukan hal yang sama, menyelamatkan bumi ini dari kenaikan emisi karbon yang luar biasa tidak terkendali saat ini,” tutup Karina.

Asisten Deputi Bidang Pengelolaan Produk Kehutanan dan Jasa Lingkungan Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Marves M Siradj Parwito sebelumnya mengatakan, bahwa komunitas global terus meningkatkan upaya pengurangan emisi karbon sebagai langkah mitigasi perubahan iklim.

Tak mau ketinggalan, pemerintah Indonesia juga melakukan upaya serupa dengan terus mengurangi penggunaan bahan bakar berbasis fosil dan meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan.

“Oleh sebab itu, pemerintah sangat mengapresiasi kerja sama antara Coca-Cola dan PLN sebagai suatu langkah konkret reduksi emisi karbon secara masif di tanah air,” ujar Siradj saat menyaksikan penandatanganan PJBTL antara PLN dengan CCEP Indonesia di Jakarta, pada Selasa (19/12).

“Saya mengucapkan selamat atas penandatanganan REC oleh Coca Cola Europacific Partners (CCEP) Indonesia. Ini merupakan satu tindakan nyata dalam upaya bersama untuk mengurangi emisi,” pungkasnya.()

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
SUTT Blangpidie–Tapak Tuan Resmi Beroperasi, Listrik Aceh Selatan Makin Stabil dan Hemat BBM
LISTRIK

SUTT Blangpidie–Tapak Tuan Resmi Beroperasi, Listrik Aceh Selatan Makin Stabil dan Hemat BBM

Aceh, hotfokus.com PT PLN memperkuat sistem kelistrikan Aceh Selatan dengan mengoperasikan Saluran...

Program PLN Peduli 2025 Bantu 701 Ribu Warga, Ribuan UMK dan Tenaga Kerja Ikut Terdorong
LISTRIK

Program PLN Peduli 2025 Bantu 701 Ribu Warga, Ribuan UMK dan Tenaga Kerja Ikut Terdorong

Jakarta, hotfokus.com PT PLN (Persero) terus memperluas dampak sosial melalui program Tanggung...

LISTRIK

PLTS Ubah Nasib Nelayan Cilamaya, Melaut Lebih Aman dan Produktivitas Meningkat

Jakarta, hotfokus.com Nelayan di pesisir Cilamaya kini tidak lagi bergantung pada lampu...

PLN, MEBI, dan Huawei Luncurkan SPKLU Ultra Cepat 480 kW di Tangerang, Percepat Ekosistem EV
LISTRIK

PLN, MEBI, dan Huawei Luncurkan SPKLU Ultra Cepat 480 kW di Tangerang, Percepat Ekosistem EV

Tangerang, Hotfokus.com PT PLN (Persero) bersama PT Mega Energi Biru Indonesia dan...