Home EKONOMI Koperasi Desa Merah Putih Dipercepat, Ini 8 Tantangan dan Strategi Mitigasinya!
EKONOMI

Koperasi Desa Merah Putih Dipercepat, Ini 8 Tantangan dan Strategi Mitigasinya!

Share
Share

Jakarta, hotfokus.com

Untuk menyukseskan pengoperasian Kopdes Merah Putih, Kemenkop mengidentifikasi delapan tantangan krusial yang harus segera diatasi:

  1. Partisipasi Masyarakat Masih Rendah

Saat ini, anggota koperasi di Indonesia masih kurang dari 10% dari total penduduk. Artinya, kesadaran kolektif terhadap pentingnya koperasi masih minim.

  1. Citra Negatif Koperasi

Kasus koperasi bermasalah dan praktik pinjol ilegal berkedok koperasi ikut memperburuk persepsi publik.

  1. Koperasi Kurang Adaptif Terhadap Teknologi

Masih banyak koperasi yang belum memanfaatkan kemajuan digital, padahal teknologi jadi kunci efisiensi.

  1. Ketimpangan Skala Ekonomi Antar Desa

Setiap desa punya potensi berbeda, sehingga butuh strategi spesifik dalam pengelolaan koperasi.

  1. Kualitas SDM Masih Jadi Tantangan

Kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia di tiap desa belum merata. Menurut Menkop, rendahnya kualitas SDM sering jadi pemicu pelanggaran di koperasi.

“Tantangan terberat kita adalah rendahnya SDM, sehingga banyak pelanggaran karena tidak kredibelnya pengelola koperasi dan terbatasnya pengetahuan mereka,” jelas Budi Arie.

  1. Risiko Elite Capture

Adanya dominasi elite lokal dalam pembentukan dan pengelolaan koperasi bisa mengganggu prinsip demokrasi ekonomi.

  1. Potensi Fraud dalam Pengelolaan

Minimnya profesionalisme dan pengawasan membuka peluang praktik manipulatif dalam manajemen koperasi.

  1. Keberlanjutan Usaha Masih Dipertanyakan

Salah satu tantangan besar adalah memastikan Kopdes Merah Putih bisa bertahan dalam jangka panjang.

Solusi: Perkuat SDM dan Sistem Kelembagaan

Meski tantangan tidak sedikit, Budi Arie tetap optimistis. Menurutnya, kunci keberhasilan terletak pada penguatan sistem pengelolaan, peningkatan kualitas SDM, dan pembentukan kelembagaan koperasi yang sehat.

“Kalau sistem diperkuat, masalah fraud bisa diatasi. Maka peningkatan SDM, sistem pengelolaan, dan kelembagaan koperasi menjadi hal yang sangat utama untuk diperhatikan,” pungkasnya.

Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu inisiatif strategis dalam memperkuat ekonomi desa. Namun, agar inisiatif ini berkelanjutan dan membawa dampak nyata, pendekatan sistematis dan mitigasi risiko sejak dini jadi langkah mutlak. (DIN/GIT)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
EKONOMI

Bulan Ramadhan Momen Perputaran Ekonomi UMK

Jakarta, hotfokus.com Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri merupakan momen penguatan...

EKONOMI

Wamenkeu Juda: APBN 2026 Berjalan On Track dan Terukur

Jakarta, hotfokus.com Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Juda Agung, mengungkap pembiayaan Anggaran Pendapatan...

EKONOMI

BI: Jumlah Uang Beredar Naik10 Persen Pada Januari 2026

Jakarta, hotfokus.com Bank Indonesia (BI) mencatat jumlah uang beredar (M2) pada Januari...

EKONOMI

Menkeu: Ekonomi 2026 Bakal Tumbuh 6 Persen

Jakarta, hotfokus.com Kondisi ekonomi pada triwulan IV-2025 yang tumbuh 5,39 persen menjadi...