Home EKONOMI Kemenperin Sebut 60 Persen Industri Menderita Akibat Corona
EKONOMI

Kemenperin Sebut 60 Persen Industri Menderita Akibat Corona

Share
Share

Jakarta, hotfokus.com

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah mengelompokkan tiga kelas industri yang terdampak wabah corona di Indonesia. Ketiga kelas tersebut adalah industri yang paling terdampak (hard hit / suffer), kelas moderat dan kelas dengan demang yang tinggi. Meski banyak industri yang terkena dampak buruk dari wabah ini, namun ternyata terdapat beberapa industri yang justru memetik berkah dari wabah tersebut.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, untuk kelas yang paling menderita (suffer) sebanyak 60 persen dari total industri dan 40 persennya kelas moderat dan demang tinggi. Beberapa contoh kelompok industri yang masuk dalam kelas suffer diantaranya adalah industri logam, industri otomotif, industri peralatan listrik, industri semen, keramik, industri pariwisata, industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dan lainnya. Sementara kelas yang moderat adalah industri petrokimia. Sedangkan kelas dengan demand tinggi industri kesehatan, farmasi dan makanan – minuman.

Dengan tiga kelas yang dikelompokkan tersebut, Agus menegaskan bahwa kelompok suffer adalah industri yang harus paling mendapat perhatian yang lebih dari pemerintah. Sebab selain banyak jumlahnya, kontribusi industri – industri tersebut terhadap PDB industri cukup besar.

“Industri TPT terpaksa memang kita masukkan dalam kategori suffer karena walalaupun sektor TPT dia bisa melakukan diversifikasi produk bahkan masih bisa ekspor, tetapi karena dalam data per hari ini sektor TPT telah merumahkan 1,5 juta karyawannya,” kata Agus Gumiwang dalam teleconference, Selasa (21/4).
Agus menambahkan dengan berbagai paket stimulus yang diberikan pemerintah khususnya dalam penanganan wabah corona ini diharapkan secara perlahan-lahan industri-industri yang masuk dalam kategori suffer dapat kembali bergairah. Namun begitu dari klasifikasi industri kecil, menengah dan besar, Agus memperkirakan apabila wabah corona ini tidak segera berakhir akan banyak sektor industri yang masuk dalam kategori industri kecil menengah (IKM) yang akan gulung tikar.

“Untuk perusahaan yang gulung tikar sedang kami data yang pasti IKM menjadi sektor yang paling suffer dan setelah covid lenyap maka IKM menjadi sektor yang mungkin terbanyak melakukan gulung tikar termasuk PHK dan perumahan karyawannya,” pungkas Agus. (DIN)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
BEI Perkuat Pendanaan Hijau, Dana ESG 2025 Tembus Rp35,5 Triliun
EKONOMI

BEI Perkuat Pendanaan Hijau, Dana ESG 2025 Tembus Rp35,5 Triliun

Jakarta, Hotfokus.com PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan komitmennya dalam mendorong pendanaan...

EKONOMI

Selama Ada Stabilitas Ekonomi Terjaga, Jangan Takut Negara Morat-marit

Jakarta, hotfokus.com Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan selama ada pertumbuhan...

EKONOMI

Kemenkop Gandeng BP Taskin, Koperasi Disiapkan Jadi Senjata Atasi Kemiskinan Ekstrem

Jakarta, hotfokus.com Kementerian Koperasi (Kemenkop) memperkuat langkah pengentasan kemiskinan ekstrem dengan menggandeng...

OJK, BEI, dan KSEI mempercepat reformasi pasar modal. IHSG tetap dinamis, sementara AUM dan NAB reksa dana terus tumbuh.
EKONOMI

OJK, BEI, KSEI Tancap Gas Reformasi Pasar Modal, IHSG Tetap Bergairah di Tengah Aksi Asing

Jakarta, hotfokus.com Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI)...