Home EKONOMI Imbas Kemungkinan Perang Dunia, Harga Minyak Melonjak
EKONOMI

Imbas Kemungkinan Perang Dunia, Harga Minyak Melonjak

Share
Share

JAKARTA — Konflik di Suriah semakin memanas. Konflik di negara Timur Tengah itu melibatkan AS, Inggris dan Perancis melawan Rusia , Suriah dan Iran.

“Ini pasti membuat harga minyak dunia akan meroket naik, paling tidak diatas USD70/barel,” ujar Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria di Jakarta Minggu (15/4/2018).

Menurut dia, lonjakan harga minyak memberikan dampak yang pasti dan jelas bagi Indonesia.

“Jika harga minyak naik di atas USD 70/barel dan harga jual BBM ke masyarakat tetap seperti ini, saya yakin cash flow Pertamina untuk pengadaan BBM dan lain-lain hanya bisa bertahan utk 6 bulan ke depan,” tegasnya.

Kecuali, lanjut Sofyano, Pertamina mencari pinjaman lagi. “Tapi bagaimana membayarnya? Lha hutang yang ada dan bayar bunga nya saja sudah bikin ngos ngos an,” tegasnya.

Jika Pertamina bermasalah dengan permodalan, rencana membangun kilang pasti akan bermasalah. “Bisa gagal atau bisa mundur, molor waktunya. Artinya, niat dan kemauan mulia untuk menjaga ketahanan energi nasional dan juga untuk mewujudkan kedaulatan energi nasional, hanya cuma niat dan mimpi saja,” papar Sofyano. Artinya, negeri ini tetap akan mengandalkan peran kilangnya di Singapura.

Seperti diketahui, harga minyak pekan ini mendapatkan energi positif dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyatakan akan merespon dugaan serangan senjata kimia oleh Presiden Suriah Bashar Al-Assad, yang membunuh puluhan orang di daerah pemberontak akhir pekan lalu.

Perkembangan ini lantas bisa mendorong AS keluar dari kesepakatan nuklir dengan Iran, yang merupakan pendukung pemerintahan al-Assad. Artinya, sanksi terhadap Iran bisa kembali diterapkan sehingga memukul industri minyak di Negeri Persia.

Selain itu, pemicu lainnya datang dari surplus pasokan minyak yang semakin tipis akibat tingginya permintaan dan adanya pemotongan produksi. Dengan produksi di anggota Organisasi Negara-negara Eksportir Minyak (OPEC) yang terus dikurangi, maka dunia harus bergantung kepada cadangan untuk memenuhi pertumbuhan permintaan. (ACB)

Share

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Tol TransJawa siapkan GT Kalikangkung jelang mudik Lebaran 2026, tambah gardu, personel, dan koordinasi untuk jaga kelancaran arus kendaraan.
EKONOMI

Tol TransJawa Siap Hadapi Mudik Lebaran 2026, GT Kalikangkung Jadi Fokus Utama

Jakarta, hotfokus.com PT Jasamarga Transjawa Tol memastikan kesiapan penuh Gerbang Tol Kalikangkung...

EKONOMI

Bulan Ramadhan Momen Perputaran Ekonomi UMK

Jakarta, hotfokus.com Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri merupakan momen penguatan...

EKONOMI

Wamenkeu Juda: APBN 2026 Berjalan On Track dan Terukur

Jakarta, hotfokus.com Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Juda Agung, mengungkap pembiayaan Anggaran Pendapatan...

EKONOMI

BI: Jumlah Uang Beredar Naik10 Persen Pada Januari 2026

Jakarta, hotfokus.com Bank Indonesia (BI) mencatat jumlah uang beredar (M2) pada Januari...