Purworejo, hotfokus.com
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan Festival Kopdes Merah Putih 2026 di Purworejo menjadi momentum penting untuk memperkuat ekonomi desa sekaligus membuka akses pasar bagi pelaku usaha lokal. Kegiatan ini menghadirkan program Connecting Offtakers and Markets yang langsung mempertemukan produsen dengan pembeli.
Menurut Ferry, skema tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi langkah konkret untuk meningkatkan daya saing usaha lokal. “Connecting offtakers and markets ini bukan acara main-main karena langsung menghubungkan produsen dan pembeli,” ujarnya, Minggu (15/2/2026).
Ia menekankan koperasi harus menjadi agenda strategis yang berjalan rutin. Dengan koperasi yang kuat, pelaku UMKM dapat mengakses permodalan dan memperluas pasar lebih mudah. Pemerintah juga menyiapkan dukungan pembiayaan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir KUMKM. Ferry memastikan lembaga tersebut siap mendampingi koperasi, mulai dari kurasi, inkubasi, hingga pembiayaan.
“Kalau sudah punya koperasi, tinggal kita bantu permodalan. Kami ada LPDB yang siap mendampingi, mengkurasi, menginkubasi, dan membiayai koperasi,” jelasnya.
Program Kopdes Merah Putih sendiri menargetkan pembentukan 80 ribu koperasi desa dan kelurahan di seluruh Indonesia. Pemerintah menyiapkan tahap awal sebanyak 30 ribu koperasi yang mulai beroperasi pada April 2026, lalu menyelesaikan seluruh target pada akhir tahun yang sama.
Ferry juga menegaskan koperasi akan menjadi pusat distribusi produk lokal. Ia mendorong masyarakat memanfaatkan peluang ini untuk menciptakan produk sendiri sekaligus membuka lapangan kerja baru. “Kita prioritaskan produk lokal. Silakan bikin produk sendiri. Ini kesempatan untuk menjawab masalah masyarakat, termasuk lapangan kerja,” katanya.
Sementara itu, Bupati Yuli Hastuti menilai program ini mampu memperbaiki tata niaga desa. Ia optimistis koperasi desa akan memperluas akses pasar dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Festival Kopdes Merah Putih pun menjadi sinyal kuat bahwa koperasi kembali menjadi motor penggerak ekonomi lokal, sekaligus membuka jalur baru bagi produk desa menembus pasar yang lebih luas. (DIN/GIT)
Leave a comment