Home PERTAMINA Sopir AMT yang Demo di Depan Istana Bekas Karyawan PT GUN
PERTAMINA

Sopir AMT yang Demo di Depan Istana Bekas Karyawan PT GUN

Share
Share

JAKARTA — Manajemen PT Garda Utama Nasional (GUN) menegaskan para peserta aksi demonstrasi di depan Istana Negara yang tergabung dalam Serikat Pekerja Awak Mobil Tangki (SP-AMT) adalah mantan karyawan yang dulu pernah bekerja di PT Garda Utama Nasional yang bekerja sebagai AMT di area lokasi kerja PT Pertamina Patra Niaga (PPN).

Salah satu direksi PT GUN Rudi menegaskan, aksi unjuk rasa yang terjadi saat ini merupakan masalah hubungan kerja antara PT Guna Utama Nasional dengan mantan karyawannya.

“Sebenarnya kami telah melakukan berbagai macam upaya untuk dapat memperbaiki hubungan kerja. Namun akhirnya perusahaan tidak dapat menghindari untuk tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK),” tegasnya.

Keputusan itu terpaksa diambil setelah melaui tahapan verifikasi sesuai dengan prosedur yg ada, selain itu juga terdapat hal-hal lain yang membuat perusahaan harus melakukan PHK terhadap mereka, kewajiban karyawan tidak berjalan semestinya, bagaimana mungkin bisa dipertahankan.

Rudi memaparkan, dalam proses PHK ini PT GUN telah melakukan tindakan yg disyaratkan dan diatur dalam peraturan perusahaan, UU ketenagakerjaaan dan peraturan-peraturan lain terkait tenaga kerja.

“Kami telah melaksanakan kewajiban menurut hukum terhadap mantan karyawan kami terkait dengan PHK itu,” katanya.

Jika mereka tidak puas atas keputusan PT GUN seharusnya mereka mendemo bekas perusahaannya, bukan ke Pertamina apalagi berdemo ke istana.

“unjuk rasa yang dilakukan oleh mantan pekerja PT Garda Utama Nasional itu tidak ada kaitannya dengan PT Pertamina Patra Niaga,” tegasnya.

Untuk diketahui bahwa ada puluhan mantan sopir tangki BBM yang mantan tenaga out sourcing dari perusaan vendor-nya Patra Niaga menggelar aksi unjuk rasa dan menginap di Jalan Medan Merdeka, Kompleks Istana Negara, Jakarta Pusat.

Ketika PT SSS telah berakhir kontrak kerjanya dengan Patra Niaga yang kemudian penyediaan tenaga OS sopir tangki dilanjutkan oleh PT GUN, seluruh tenaga OS sopir tangki tersebut termasuk yang melakukan aksi demo bahkan juga diberikan pesangon walau dalam perjanjian kerja dengan mereka tidak ada kewajiban itu.

Ketika peralihan vendor dari PT SSS ke PT GUN para mantan sopir tangki diberi kesempatan untuk kembali menjadi sopir tangki BBM dan menjadi pekerja tanpa terbatas waktu (bukan lagi kontrak 2 tahunan-red) pada PT GUN namun sekitar 100 orang sopir menolak dan menuntut diangkat sebagai tenaga kerja Pertamina. (acb)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Pertamina Perketat Pengawasan BBM Subsidi di Bali, Pelanggar Bisa Dipenjara 6 Tahun
PERTAMINA

Pertamina Perketat Pengawasan BBM Subsidi di Bali, Pelanggar Bisa Dipenjara 6 Tahun

Jakarta, Hotfokus.com Pertamina Patra Niaga terus membenahi penyaluran bahan bakar minyak (BBM)...

Pertamina Patra Niaga memperkuat pasokan BBM Bali dengan tambahan 57,9 juta liter
PERTAMINA

Bali Dikebut Pulih! Pertamina Tambah 57,9 Juta Liter BBM dan 60 SPBU 24 Jam

Denpasar, Hotfokus.com Pertamina Patra Niaga menggenjot pemulihan layanan bahan bakar minyak (BBM)...

Sumur Tingkilan-001 Dibor PHE LPB, Harapan Cadangan Migas Baru dari Kalimantan Utara
PERTAMINA

Pertamina Kejar Cadangan Migas Baru di Kaltara, Sumur Tingkilan-001 Dibor hingga 1.574 Meter

Mangkupadi, Hotfokus.com Pertamina Hulu Energi Lepas Pantai Bunyu (PHE LPB) mulai menguji...

Bus Hidrogen Bakal Masuk Transjakarta? Pertamina Bidik Operasi Mulai 2028
PERTAMINA

Bus Hidrogen Bakal Masuk Transjakarta? Pertamina Bidik Operasi Mulai 2028

Jakarta, Hotfokus.com Wajah transportasi publik Jakarta berpeluang semakin ramah lingkungan. Pertamina (Persero)...