Home EKONOMI Ketua DPD Lakukan Courtsey Call dengan Dubes Korsel
EKONOMI

Ketua DPD Lakukan Courtsey Call dengan Dubes Korsel

Share
Share

JAKARTA — Ketua DPD RI, Oesman Sapta menerima Courtesy Call Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia Kim Cang-beom di Ruang Kerja Ketua DPD RI, Gedung Nusantara III DPD RI, Komplek Parlemen Senayan Ketua (24/4). Dalam pertemuan tersebut, Oesman Sapta meminta agar hubungan baik kerja sama antara Indonesia dengan Korea Selata lebih ditingkatkan, terutama dalam bentuk investasi di daerah-daerah.

“Kami harapkan dengan ditugaskan kembali Yang Mulia menjadi Duta Besar untuk Indonesia akan meningkatkan hubungan ekonomi kita. Perkembangan dan pertumbuhan ekonomi di dunia menunjukkan bahwa Indonesia akan menduduki peringat 30 negara dgn pertumbuhan ekonomi yg baik,” tambahnya, dikutip dari siaran pers Bagian Pemberitaan dan Media DPD RI.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono dan Ketua BKSP DPD RI Bahar Ngitung, tersebut, Oesman Sapta menjelaskan bahwa saat ini negara Indonesia sedang mengalami perkembangan yang pesat melalui banyaknya pembangunan. Untuk mendukung hal tersebut, Indonesia terus menjajaki kerja sama investasi dengan negara-negara asing agar dapat berinvestasi di Indonesia. Oleh karena itu, Oesman Sapta meminta agar Korea Selatan dapat lebih menanamkan investasi di Indonesia, salah satunya adalah pembangunan infrastruktur kereta api di Kalimantan.

“Pintu kerja sama untuk Korea sangat terbuka lebar. Informasikan kepada DPD agar DPD bisa membantu Korea Selatan terkait investasi. Komunikasikan kepada kami. DPD RI sekarang mulai merubah mindset, DPD sekarang harus dapat mendorong investasi di daerah,” ucapnya Senator Kalimantan Barat ini.

Oesman Sapta juga mengapresiasi mulai terbukanya komunikasi antara Korea Selatan dengan Korea Utara. Menurutnya hal tersebut merupakan tanda perdamaian antar negara di Semenanjung Korea tersebut. Adanya perdamaian tersebut juga dapat berpengaruh pada perkembangan negara-negara di Asia Pasifik, termasuk Indonesia.

Sementara itu, Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Kim Cang-beom mengatakan bahwa negaranya sampai saat ini telah menjalin kerja sama yang erat dengan Indonesia. Selain itu, negaranya akan terus menjajaki kerja sama baru dengan Indonesia. Dia berharap kerja sama antara Indonesia dengan Korea Selatan dapat semakin erat melalui DPD RI.

“Mengenai kerja sama dengan Indonesia, kami terus menjajaki kerja sama terutama di industri padat karya. Kita juga memperluas bidang kerja sama di bidang budaya dan kesehatan. Dan ada kerja sama dengan Kementerian Perhubungan kedua negara untuk membangun railway kereta api di Indonesia,” kata Kim Cang-beom.

Menurutnya, peran DPD RI di Indonesia sangat penting karena sebagai lembaga perwakilan daerah, DPD RI memiliki peran untuk mensejahterakan daerah dan menjaga keseimbangan pertumbuhan ekonomi antar daerah.

“Peran DPD RI di Indonesia sangat penting kerena mewakili daerah untuk mensejahterakan dan menjaga keseimbangan pertumbuhan ekonomi,” ujarnya. (kn)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Menperin Baru: Industri, Motor Ekonomi & Serap Tenaga Kerja
EKONOMI

Menperin Baru: Industri, Motor Ekonomi & Serap Tenaga Kerja

Jakarta, hotfokus.com Sektor industri menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan...

Penempatan Manajer KDKMP Bikin Heboh, Kemenkop Buka Fakta di Baliknya
EKONOMI

Penempatan Manajer KDKMP Bikin Heboh, Kemenkop Buka Fakta di Baliknya

Jakarta, Hotfokus.com Penempatan manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tengah menjadi sorotan...

EKONOMI

Perpres Ditandatangani, KDKMP Jadi Simpul Distribusi Barang Bersubsidi

Jakarta, Hotfokus.com Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP)...

3 Jurus Buat Pacu Pertumbuhan Ekonomi. Investasi, Produktivitas dan Ekspor
EKONOMI

3 Jurus Buat Pacu Pertumbuhan Ekonomi. Investasi, Produktivitas dan Ekspor

Jakarta, hotfokus.com Pemerintah masih mengantisipasi ketidakpastian masalah terkait energi dan logistik akibat...