Jakarta, Hotfokus.com
Produk kopi dan cokelat unggulan dari berbagai daerah di Indonesia mendapat kesempatan mencuri perhatian pasar Ibu Kota. PT Pertamina (Persero) menghadirkan Pekan Kopi Nusantara di Taman Literasi Blok M, Jakarta Selatan, pada 4–8 November 2026 sebagai upaya memperluas jangkauan pemasaran UMKM binaannya.
Mengusung tema “Lokal Jadi Vokal”, kegiatan tersebut menjadi ajang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk sekaligus membangun kedekatan dengan konsumen. Gelaran ini juga menjadi bagian dari rangkaian promosi menuju Pertamina SMEXPO 2026.
Pertamina menghadirkan 15 stan UMKM yang menawarkan aneka kopi dan cokelat, ditambah dua stan UMiMAX. Pengunjung tidak hanya bisa membeli produk, tetapi juga mengikuti berbagai kegiatan menarik, mulai dari workshop kopi, pembuatan choco latte art, kompetisi latte art, hingga menikmati hiburan.
Sejumlah merek lokal ikut meramaikan kegiatan tersebut. Di antaranya Bawadi Coffee, Toosi Coffee, Tinakopi Indonesia, Tona’s Coffee, Walatra Coffee, Toraja Coffee & Gallery, dan Omah Cokelat Jogja.
Masing-masing peserta membawa karakter produk dan cerita daerah yang berbeda. Mereka juga memperkenalkan perjalanan kopi, mulai dari proses penanaman dan budidaya hingga pengolahan serta penyajiannya kepada konsumen.
Manager Small Medium Enterprise Partnership Program (SMEPP) Pertamina, Fety, menjelaskan bahwa perusahaan melihat potensi besar dari UMKM yang mengembangkan bisnis di sektor kopi.
Menurutnya, banyak mitra binaan Pertamina yang menjalankan usaha dalam berbagai lini industri kopi, mulai dari perkebunan, pengolahan biji kopi atau roastery, sampai pengelolaan kedai kopi.
“Banyak UMKM mitra yang memiliki usaha kopi, baik dari perkebunannya, roastery, hingga kafe. Karenanya kami merasa perlu memberikan satu wadah aktivitas tersendiri untuk mereka agar dapat tampil dan dikenal lebih luas,” ujar Fety.
Tiga UMKM Bawa Identitas Kopi Daerah
Keunikan produk menjadi daya tarik tersendiri dalam Pekan Kopi Nusantara. Tiga UMKM binaan Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, misalnya, menghadirkan konsep dan keunggulan produk yang berbeda.
Walatra Coffee asal Bandung Utara memperkenalkan kopi konservasi dengan pendekatan agroforestri. Konsep tersebut menggabungkan pengembangan kopi dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.
Sementara itu, Tona’s Coffee mengandalkan hasil perkebunan kopi dari kawasan dataran tinggi Lembang. Adapun TinaKopi.id dari Garut menawarkan pilihan produk yang cukup lengkap, mulai dari biji kopi mentah atau green bean hingga minuman kopi siap konsumsi.

Keberagaman tersebut menunjukkan bahwa UMKM kopi daerah memiliki potensi untuk mengembangkan bisnis dengan identitas produk masing-masing. Namun, Pertamina melihat pelaku usaha masih perlu memperkuat sejumlah aspek agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Kualitas rasa saja belum cukup untuk mendorong bisnis kopi tumbuh secara berkelanjutan. Pelaku UMKM juga harus menjaga standar produk, meningkatkan kemampuan pemasaran, serta mempersiapkan usaha agar mampu menjangkau pasar yang lebih besar.
Pertamina Siapkan UMKM Tembus Pasar Ekspor
Untuk menjawab tantangan tersebut, Pertamina memberikan pendampingan melalui sejumlah program pengembangan usaha. Mitra binaan berkesempatan mengikuti Pertamina UMK Academy, memperoleh sertifikasi, serta menjalani pelatihan yang berkaitan dengan persiapan ekspor.
Pertamina juga membuka kesempatan bagi UMKM yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti pitching bersama perwakilan perdagangan luar negeri. Program ini diharapkan dapat mempertemukan pelaku usaha dengan peluang pasar internasional.
Setelah Pekan Kopi Nusantara di Blok M, Pertamina akan melanjutkan rangkaian promosi produk UMKM melalui Pertamina SMEXPO 2026. Pameran tersebut berlangsung di Mall Kota Kasablanka pada 10–15 November 2026.
Melalui dua agenda tersebut, Pertamina ingin memperluas pengenalan produk unggulan UMKM kepada masyarakat sekaligus membuka peluang kerja sama bisnis. Selain pasar konsumen langsung, perusahaan juga membidik potensi transaksi business-to-business (B2B) agar produk lokal memiliki kesempatan memperluas jaringan pemasaran.

Dengan demikian, Pekan Kopi Nusantara bukan sekadar ajang memamerkan produk kopi dan cokelat. Kegiatan ini juga menjadi salah satu upaya mempertemukan potensi usaha daerah dengan peluang pasar yang lebih besar. (*)
Leave a comment