Jakarta, Hotfokus.com
PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) memperluas strategi pengamanan pasokan gas bumi dengan mengantongi tujuh kesepakatan komersial bersama pemasok hulu migas. Salah satu yang menjadi perhatian adalah rencana kerja sama pasokan LNG dari Proyek Abadi di Blok Masela dengan total volume 775 TBTU selama 15 tahun.
Kesepakatan tersebut berlangsung dalam Forum Ekonomi, Keuangan, dan Komersial Hulu Migas (FOREK Hulu Migas) 2026 di Jakarta, Rabu (28/10/2026). Melalui langkah ini, PGN berupaya menjaga ketersediaan energi sekaligus memperkuat pilihan sumber pasokan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
Dari tujuh kesepakatan yang tercapai, PGN menandatangani tiga Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG), satu amandemen perjanjian gas, serta tiga perjanjian jual beli LNG atau LNG Sales and Purchase Agreement (SPA).
Rangkaian kerja sama tersebut mencakup pasokan gas melalui jaringan pipa dan LNG. Dengan kombinasi itu, PGN memiliki peluang untuk mengoptimalkan pengadaan gas sesuai kebutuhan serta menjaga kesinambungan pasokan dalam jangka menengah dan panjang.
Pasokan Gas Pipa Bertambah Mulai 2027
Dalam kelompok perjanjian gas pipa, PGN menjalin kerja sama dengan EMP Bentu untuk pasokan hingga sekitar 4 BBTUD. Perusahaan juga menyepakati pasokan dengan Medco Sakakemang B.V. hingga sekitar 38 BBTUD yang mulai berjalan pada 2027.
Selain itu, PGN menjalin PJBG dengan PEP Sengeti untuk pasokan hingga 5,7 MMSCFD mulai 2028. Perusahaan turut menyepakati Amandemen III PJBG bersama Medco South Sumatera yang mencakup volume gas sebesar 15 BBTUD.
Kesepakatan tersebut memperluas dukungan pasokan gas pipa bagi PGN. Perusahaan juga dapat memperkuat pengelolaan sumber gas untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dari berbagai sektor.
LNG Masela Jadi Bagian Strategi Jangka Panjang
PGN turut memperluas portofolio LNG melalui tiga kesepakatan yang mencakup South Hub, North Hub, dan LNG Abadi Masela.
Kerja sama dengan South Hub direncanakan untuk pengiriman mulai 2027, sedangkan pasokan dari North Hub dijadwalkan mulai 2029. Adapun kesepakatan LNG Abadi Masela mencakup rencana pasokan 775 TBTU selama 15 tahun sejak proyek tersebut memasuki tahap operasi komersial.
Rencana pasokan dari Blok Masela menjadi bagian dari upaya PGN membangun diversifikasi sumber energi. Dengan memperluas pilihan pasokan, perusahaan berupaya menjaga ketersediaan gas bumi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dalam jangka panjang.
Direktur Utama PGN, Arief K. Risdianto, mengatakan bahwa kerja sama dengan pemasok hulu migas memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan pasokan gas bumi.
“Kesepakatan komersial dengan pemasok hulu migas merupakan bagian penting dari upaya PGN dalam memperkuat keberlanjutan pasokan gas bumi,” ujar Arief.
Perkuat Pasokan untuk Industri dan Kelistrikan
Menurut Arief, penggabungan pasokan gas melalui jaringan pipa dan LNG memberikan fleksibilitas lebih besar bagi PGN dalam mengelola kebutuhan energi. Strategi tersebut juga membantu perusahaan merespons dinamika ketersediaan gas.
PGN mengarahkan penguatan pasokan ini untuk mendukung kebutuhan berbagai segmen pelanggan, termasuk sektor industri, komersial, dan kelistrikan. Ketersediaan gas yang berkelanjutan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung aktivitas para pengguna energi tersebut.
Di sisi lain, tujuh kesepakatan komersial ini memperkuat kerja sama PGN dengan para pemasok hulu migas serta Pertamina Group. Sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mengelola rantai pasok gas bumi secara lebih optimal.
PGN juga terus mengoptimalkan pengelolaan pasokan, infrastruktur, dan distribusi gas bumi. Melalui langkah tersebut, perusahaan berupaya memperkuat perannya dalam menjaga ketahanan energi nasional.

Dengan tambahan kesepakatan pasokan gas pipa dan LNG, PGN melanjutkan strategi diversifikasi sumber energi untuk mendukung kebutuhan pelanggan dalam jangka menengah dan panjang. Rencana pasokan LNG Abadi Masela selama 15 tahun turut menjadi bagian dari arah penguatan pasokan tersebut.(*)
Leave a comment