Lombok, Hotfokus.com
Menjaga Mandalika tetap bersih di tengah ramainya aktivitas wisata menjadi tantangan bagi masyarakat setempat. Untuk memperkuat penanganan sampah, PT Pertamina (Persero) menyalurkan bantuan kepada Bank Sampah Putri Nyale di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Dukungan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini mencakup kendaraan listrik roda tiga untuk mengangkut sampah serta wadah penampungan berkapasitas besar. Peralatan tersebut membantu pengelola memperluas pelayanan hingga menjangkau masyarakat di 20 dusun Desa Kuta.
Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, meninjau langsung aktivitas bank sampah tersebut pada Jumat (9/10/2026). Menurutnya, penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 dapat menjadi kesempatan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus menggerakkan potensi ekonomi masyarakat sekitar sirkuit.
Arya menekankan bahwa kebersihan menjadi bagian penting dari kenyamanan destinasi wisata. Karena itu, pengelolaan sampah perlu melibatkan masyarakat agar memberikan manfaat yang lebih luas.
“Kebersihan lingkungan dan daerah wisata saling terkait, karena kalau daerahnya bersih, wisatawan akan senang hadir. Dengan adanya Bank Sampah ini, kami turut mengedukasi masyarakat sekitar untuk bisa memberikan nilai tambah, dan menghasilkan nilai rupiah yang tidak kecil dan bermanfaat bagi mereka,” ujar Arya.
Bank Sampah Putri Nyale Perluas Layanan
Bank Sampah Putri Nyale mulai beroperasi pada 2022 untuk menjawab persoalan sampah di Desa Kuta. Ketika itu, fasilitas pemilahan dan pengolahan sampah masih terbatas sehingga pengelola berupaya membangun kebiasaan warga untuk memisahkan sampah sebelum membuangnya.
Pemilahan tersebut membuka peluang pemanfaatan limbah. Sampah anorganik dapat diolah menjadi barang yang memiliki nilai jual, sementara sampah organik bisa dimanfaatkan sebagai pupuk.
Perjalanan bank sampah ini tidak selalu mulus. Pada 2023, kegiatan operasional sempat berhenti akibat masalah pasokan air dari sumur bor dan minimnya fasilitas pendukung, sebelum akhirnya kembali berjalan berkat kolaborasi berbagai pihak.

Ketua Bank Sampah Putri Nyale, Hanila, mengungkapkan bahwa keterbatasan kendaraan sebelumnya menghambat pengangkutan sampah. Kehadiran kendaraan listrik roda tiga dari Pertamina kini membantu tim mengambil sampah dalam jumlah lebih besar dan memperluas wilayah layanan.
“Pertamina kemudian hadir memberikan bantuan kendaraan roda tiga pengangkut sampah elektrik, tempat sampah berukuran besar. Hal ini sangat membantu untuk kegiatan Bank Sampah Putri Nyale,” kata Hanila.
Menurutnya, peningkatan aktivitas warga dan pelaku usaha turut mendorong kebutuhan penjemputan sampah di kawasan Mandalika, terutama ketika berlangsungnya ajang balap.
“Di kawasan Mandalika, permintaan penjemputan sampah juga meningkat, kami jadi terbantu untuk mengangkut dan memilah sampah,” tutup Hanila.

Bantuan tersebut diharapkan membuat pengumpulan dan pemilahan sampah lebih efektif. Selain menjaga lingkungan destinasi wisata, upaya ini juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh manfaat ekonomi dari pengelolaan limbah. (*)
Leave a comment