Manggarai, hotfokus.com
Gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026). Di tengah kondisi keluarganya yang belum pulih, operator SPBU Valentinus Jantur memilih kembali bertugas.
Saat gempa terjadi, Valentinus spontan menggendong anaknya dan membawa keluarga keluar rumah. Mereka kemudian mengungsi di tenda sederhana bersama lima keluarga lainnya.
“Gempa sekarang ini yang terbesar, yang paling parah. Kami masih takut, mau ke kamar mandi saja takut, masih trauma,” ujar Valentinus.
Namun, sehari setelah gempa, Valentinus kembali bekerja di SPBU Mbaumuku 54.865.01, Ruteng. Ia menyadari masyarakat tetap membutuhkan BBM untuk menjalankan aktivitas dan mobilitas.
Tetap Layani Warga di Tengah Trauma
Valentinus menilai melayani masyarakat merupakan tanggung jawab yang harus tetap dijalankan meski kondisi belum sepenuhnya normal.

“Sudah kewajiban melayani masyarakat. Tugas kami memang harus seperti itu, untuk melayani masyarakat terdampak,” katanya.
Dukungan keluarga serta bantuan Pertamina turut menguatkan Valentinus. Ia pun tetap menjalankan tugas sambil memastikan keluarganya berada dalam kondisi aman.
Corporate Secretary Pertamina Arya Dwi Paramita mengatakan operator SPBU memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan energi saat bencana.

“Pertamina hadir memberikan bantuan, dukungan, dan semangat agar mereka dapat melewati masa pemulihan, sekaligus tetap menjalankan perannya dalam menjaga layanan energi bagi masyarakat,” ujar Arya. (*)
Leave a comment