Jakarta, Hotfokus.com
PT Pertamina EP Jambi mencatatkan tonggak baru dengan memulai komersialisasi gas bumi dari Lapangan Sengeti. Realisasi ini menjadi penjualan gas perdana dari Field Jambi setelah hampir 10 tahun, sekaligus mengawali pemanfaatan cadangan stranded gas yang sebelumnya belum terserap akibat keterbatasan infrastruktur dan pasar.
Lapangan Sengeti menyimpan cadangan gas sekitar 14,76 BSCF. Dari jumlah tersebut, sekitar 13,4 BSCF telah dikontrak untuk disalurkan selama tujuh tahun kepada PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. Nilai penjualan bruto proyek ini diperkirakan mencapai sekitar Rp1,6 triliun selama masa kontrak.
General Manager Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1, Mefredi, mengatakan keberhasilan komersialisasi Sengeti menjadi pijakan penting untuk mempercepat pengembangan lapangan gas lain di wilayah Jambi.

“Pengalaman mulai dari pematangan teknis, penyusunan skema rencana komersialisasi, market intelligence, hingga penetapan alokasi dan harga gas diharapkan menjadi pembelajaran penting dalam mempercepat pengembangan potensi gas yang selama ini belum termanfaatkan,” ujar Mefredi.
Sementara itu, Senior Manager Commercial Regional 1 PHR, Rahmat Keslani, menilai proyek tersebut dapat membuka peluang investasi baru sekaligus mendorong tumbuhnya industri berbasis gas di Provinsi Jambi.
“Semakin banyak lapangan gas yang berhasil dikomersialkan, semakin besar pula peluang hadirnya industri berbasis gas serta pembangunan infrastruktur energi yang dapat meningkatkan daya saing daerah,” kata Rahmat.
Selain Sengeti, Pertamina EP kini juga mempercepat proses komersialisasi sejumlah lapangan lain, seperti Sungai Gelam, Puspa, Puspa Asri, dan Simpang Tuan untuk mendukung ketahanan energi nasional.(***)
Leave a comment