Jakarta, hotfokus.com
PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) kembali menorehkan prestasi di sektor hulu migas setelah memboyong empat penghargaan pada ajang IOC Forum & Hackathon Artificial Intelligence/Machine Learning (AI/ML) Hulu Migas 2026 yang diselenggarakan SKK Migas di Jakarta.
Penghargaan tersebut menjadi bukti keberhasilan PHR mengembangkan solusi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas, sekaligus mendukung ketahanan energi nasional melalui transformasi digital.
Empat inovasi yang mendapat apresiasi meliputi teknologi pendukung operasi rig, sistem peningkatan keberhasilan stimulasi kimia, pemantauan aset menggunakan citra satelit berbasis AI, serta platform digital untuk mengoptimalkan pekerjaan fishing. Berbagai inovasi tersebut mampu menekan biaya operasional, meningkatkan kinerja produksi, mengurangi emisi karbon, dan menghasilkan nilai tambah bagi perusahaan.
Deputi Eksploitasi SKK Migas, Surya Widiantoro, menegaskan kompetisi ini menjadi wadah untuk menghadirkan inovasi bagi industri energi. “Industri hulu migas menjadi backbone terhadap jalannya ekonomi di Indonesia. Oil and gas menjadi penopang,” ujarnya.
Direktur Utama PHR, Muhamad Arifin, menyebut pencapaian itu memperkuat posisi Blok Rokan sebagai pusat pengembangan inovasi digital di lingkungan Subholding Upstream Pertamina. “Jika kita bicara Digital Innovation, Blok Rokan menjadi center of excellence-nya subholding upstream. Apa yang kita punya menjadi benchmark dan anchor baik di zona maupun regional,” katanya.
Dalam kompetisi tersebut, i-RSS dan AI-Chemist 2.0 meraih juara pertama kategori implementasi, LandGuard AI menjadi juara pertama kategori proof of concept, sedangkan JORUN AI memperoleh juara ketiga setelah mampu meningkatkan produktivitas operasi fishing hingga 31 persen.

Ke depan, PHR akan memperluas pemanfaatan teknologi AI pada berbagai aktivitas operasi hulu migas untuk mendukung produksi energi yang lebih efisien, andal, dan berkelanjutan. ***
Leave a comment