Jakarta, hotfokus.com
Upaya koordinasi antara PT Pertamina International Shipping (PIS), Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, dan Kedutaan Besar RI di Tehran membuahkan hasil positif. Kapal tanker Gamsunoro akhirnya berhasil menyeberangi Selat Hormuz dengan aman di tengah situasi geopolitik yang masih memanas di kawasan Timur Tengah.
Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian penting setelah kapal milik PIS itu tertahan sejak Maret 2026 akibat meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Setelah melalui berbagai pertimbangan operasional dan keamanan, kapal mulai bergerak dari kawasan Teluk Arab dan menyelesaikan pelayaran menuju titik aman tanpa kendala.
Dalam perjalanannya, Gamsunoro menempuh rute selama sekitar 16 jam dengan kecepatan rata-rata 7,5 knot. Kapal tiba di area masuk Selat Hormuz pada siang hari waktu setempat dan beberapa jam kemudian berhasil melewati jalur pelayaran strategis tersebut dengan selamat.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan keselamatan awak kapal serta perlindungan aset perusahaan menjadi fokus utama sejak awal perkembangan situasi di kawasan tersebut.

“Sejak awal situasi ini berkembang, Pertamina menempatkan aspek keselamatan kru dan keamanan aset sebagai prioritas tertinggi,” ujar Baron.
Ia menjelaskan bahwa Pertamina terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, perwakilan Indonesia di luar negeri, serta berbagai pihak terkait guna memastikan seluruh langkah mitigasi berjalan sesuai prosedur.
Sementara itu, Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, mengungkapkan keputusan untuk melintasi Selat Hormuz tidak diambil secara terburu-buru. Perusahaan terlebih dahulu melakukan kajian risiko secara menyeluruh selama sekitar satu bulan.
“Kami berterima kasih kepada Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar RI di Tehran, Iran, atas dukungannya selama ini. Pemilihan waktu dan rute melintasi Selat Hormuz telah melalui pembahasan dan penilaian risiko yang sangat ketat,” kata Vega.
Untuk menjaga keamanan selama pelayaran, tim PIS melakukan pemantauan nonstop selama 24 jam melalui pusat krisis perusahaan. Pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh prosedur keselamatan berjalan sesuai rencana.

Di sisi lain, kapal VLCC Pertamina Pride yang juga berada di kawasan Teluk Arab masih menunggu perkembangan situasi keamanan sebelum memulai pelayaran berikutnya. (*)
Leave a comment