Jakarta, hotfokus.com
Pemerintah menilai diskon atau potongan tarif transportasi selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) berjalan efektif. Selain memperlancar mobilitas masyarakat selama libur akhir tahun, kebijakan ini juga mampu menjaga daya beli.
“Capaian realisasi yang mendekati bahkan melampaui target pada sejumlah moda (transportasi) menunjukkan kebijakan ini berjalan efektif dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Juru Bicara Koordinator Bidang Perekonomian Kemenko Perekonomian, Haryo Limnaseto, dalam keterangannya. Rabu (21/1/2026).
Selain efektif, kebijakan diskon transportasi ini juga dinilai tepat sasaran dan terintegrasi dengan kesiapan operator transportasi yang dikoordinir pemerintah.
Karenanya, Haryo mengungkap pemerintah akan terus monitoring dan mengevaluasi secara berkala pelaksanaan diskon transportasi.
Menurutnya, langkah ini penting untuk memastikan kebijakan berjalan optimal, responsif terhadap dinamika lapangan. “Ini dapat menjadi dasar penguatan kebijakan mobilitas nasional di awal pada 2026 seperti Idul Fitri,” sebutnya.
Seperti diketahui, pemerintah memberi diskon tarif kereta api sebesar 30 persen dari harga tiket yang berlaku 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026. Dari target 1,5 juta penumpang, realisasi per 10 Januari 2026 mencapai 1,7 juta penumpang atau 112,6 persen dari target.

Kemudian diskon tarif moda angkutan laut Pelni 20 persen dari tarif dasar (di luar asuransi dan pas pelabuhan) menurunkan harga tiket 16–18 persen yang berlaku 17 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026. Dari target 405 ribu penumpang, realisasi per 10 Januari 2026 tercatat sebanyak lebih dari 406 ribu penumpang.(bi)
Leave a comment