Home LISTRIK Kereen!! Perdagangan Karbon Jadi Salah Satu Alternatif Mitigasi Perubahan Iklim
LISTRIK

Kereen!! Perdagangan Karbon Jadi Salah Satu Alternatif Mitigasi Perubahan Iklim

Share
Kereen!! Perdagangan Karbon Jadi Salah Satu Alternatif Mitigasi Perubahan Iklim
Executive Vice President Transisi dan Keberlanjutan PLN, Kamia Handayani
Share

Jakarta, hotfokus.com

Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo menegaskan bahwa pihaknya bersama Pemerintah terus mendorong pengembangan investasi hijau yang berkontribusi langsung pada pelestarian lingkungan. Termasuk melalui perdagangan karbon yang menjadi salah satu alternatif dalam memitigasi perubahan iklim.

“Perubahan iklim yang merupakan persoalan global membutuhkan solusi global. Peluncuran perdagangan karbon luar negeri ini menjadi langkah konkret PLN dan Pemerintah Indonesia untuk mengatasi bencana iklim yang semakin nyata,” kata Darmawan dalam keterangannya, Senin.

Dijelaskan, bahwa tidak hanya melakukan offset emisi melalui bursa karbon, PLN juga melakukan perdagangan emisi dan offset emisi melalui perdagangan langsung. Terlebih lagi, PLN sudah memiliki platform PLN Climate Click dimana aktivitas perdagangan karbon, baik perdagangan emisi dan offset emisi, sudah mulai dilakukan sejak 2023 lalu.

“PLN siap menjadi garda terdepan dalam upaya penurunan emisi melalui peran aktif untuk terus mengembangkan ekosistem perdagangan karbon di Indonesia,” ujar Darmawan.

Executive Vice President Transisi Energi dan Keberlanjutan PLN, Kamia Handayani menjelaskan, secara resmi PLN ikut serta dalam perdagangan karbon luar negeri pada Senin (20/1) lalu, setelah sebelumnya perdagangan karbon dilakukan terbatas dalam pasar domestik sejak akhir September 2023.

Menurutnya, perdagangan karbon internasional pertama ini, Kamia mengungkapkan ada 1,78 juta ton CO2e Sertifikat Pengurangan Emisi (SPE) milik PLN yang akan dijual ke offtaker luar negeri dan telah diotorisasi. 

“Langkah otorisasi atau pengesahan dari Pemerintah ini diperlukan untuk menghindari risiko double counting pada unit karbon yang diperdagangkan di luar negeri.

Jadi perdagangan karbon ini memang dibukanya kalau di bursa itu mulai 2023 dan baru dibuka untuk pasar luar negeri 2025 ini. Kalau dari sisi demand PLN, 1,7 juta ton CO2e Sertifikat Pengurangan Emisi sudah diotorisasi oleh Pemerintah untuk dijual ke luar negeri,” papar Kamia.

Lebih jauh Kamia melanjutkan, dibukanya perdagangan karbon luar negeri awal tahun ini merupakan langkah yang positif untuk menerapkan Artikel 6 Perjanjian Paris sesuai dengan hasil Conference of the Parties (COP29) di Azerbaijan, November tahun lalu.

”Jadi memang pertama-tama kami sampaikan apresiasi kepada Pemerintah tadi disampaikan oleh Pak Hashim sudah mengadakan rapat secara khusus, sehingga akhirnya Pemerintah menyepakati untuk membuka pasar karbon luar negeri. Ini merupakan langkah yang positif untuk meningkatkan demand dan mendorong investasi hijau dalam negeri,” kata Kamia.()

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
PLN Perkuat Listrik Hijau Lewat REC dan GEAS untuk Industri
LISTRIK

Industri RI Dikejar Standar Hijau Dunia, PLN Andalkan Dua Layanan Ini!

Jakarta, Hotfokus.com Persaingan industri dunia kini semakin menuntut proses produksi yang ramah...

PLN Journalist Awards 2026 bertema Energi Mandiri, Indonesia Berdaya
LISTRIK

PLN Journalist Awards 2026 Resmi Dibuka, Ada Jalan Menuju 81 Jurnalis Terbaik!

Jakarta, Hotfokus.com Kesempatan bagi jurnalis untuk mengangkat cerita seputar energi Indonesia kembali...

LISTRIK

PLN Gandeng RE100, Investasi Energi Hijau di Indonesia Makin Diburu

Jakarta, Hotfokus.com PT PLN (Persero) mengambil langkah baru untuk memperbesar ekosistem energi...

Detik-detik Jelang MotoGP Mandalika, PLN Pasang Sistem Berlapis Amankan Listrik
LISTRIK

Detik-detik Jelang MotoGP Mandalika, PLN Pasang Sistem Berlapis Amankan Listrik

Mandalika, Hotfokus.com Persiapan kelistrikan untuk MotoGP Mandalika 2026 memasuki tahap akhir. PT...